Satu hal yang saya sadari dalam diri
saya adalah potensi untuk melakukan hal-hal usil atau jahat. Pernah
suatu saat di sebuah rumah makan, ketika saya dan teman-teman telah
menyelesaikan makan, datang satu rombongan wanita. Kebetulan tempat
makan tersebut sedang penuh. Menyadari hal itu, kami tadinya berniat
untuk pergi dari meja yang kami gunakan, untuk memberikan kesempatan
kepada rombongan tersebut. Tidak ada niat apa pun, karena memang tidak
ada satu pun wanita yang menarik perhatian kami…loh?!
Sesaat sebelum kami beranjak, tiba-tiba salah seorang perempuan dari rombongan tersebut berbicara cukup keras, “wah, kita nggak kebagian tempat nih…”
Tiba-tiba saja, saya jadi ingin usil, dan membatalkan rencana kami itu.
Saya pandang wajah teman-teman saya, dan ternyata mereka pun berpikiran
sama. Kami sama-sama tersenyum…usil. Kami pun batal beranjak dari
tempat tersebut. Kami pura-pura cuek, ngobrol atau pura-pura baca
koran. Sesekali kami saling pandang dan…saling senyum. Entahlah,
setelah tiba-tiba mendengar ‘penderitaan’ mereka, kami malah jadi ingin
menambah penderitaan mereka. Tiba-tiba saja kami jadi orang usil.
Meskipun tidak lama, hanya 5 menit, tapi cukup bisa membuat kami
tertawa-tawa sepanjang jalan pulang menuju kost-an. Jahat ya? Niat
ingin dapat pahala, malah jadi dosa.
Kali lain, masih di tempat makan yang sama. Biasanya di tempat makan
tersebut tersedia koran sebagai bahan bacaan atau mungkin untuk
digunakan sambil menunggu makanan pesanan tiba. Saat itu, giliran saya
yang memegang koran dan membacanya. Tidak lama kemudian, makanan kami
tiba. Namun, saya tidak melepaskan koran tersebut, malah saya makan
sambil membaca. Kebetulan di meja kami juga ada orang lain yang sedang
menunggu makanan.
Setelah selesai makan dan meninggalkan meja tersebut, teman saya bercerita…
“Don, lu tau nggak, orang yang disebelah lu tadi
ngelihatin lu terus…kayaknya sih dia pengen banget baca koran, tapi
bingung mau gimana, soalnya lu makan, tapi baca juga”“Iya, tau gua…sengaja kok, lagi pengen bikin kesel orang…”
“Haha, emang kelihatan ya…?”
“Kelihatan lah, dari cara ngelihatnya juga kelihatan banget…cuma gua pura-pura cuek aja…hehehe“
Namun, berdasarkan pengalaman jadi orang usil itu, kami jadi tahu satu hal…jangan pernah mengeluh atau memperlihatkan penderitaan di depan orang lain!!
Sebab bisa jadi orang lain malah bahagia melihat kita menderita dan
semakin menambah penderitaan kita. Ya, seperti kasus saya itu…^.^
Untungnya, sifat usil saya tidak sering muncul, bahkan teramat sangat
jarang. Masih bisa dikendalikan, meskipun sebetulnya ide-ide usil itu
juga suka muncul dan membuat saya tertawa-tawa sendiri. Psikopat banget
ya?!
Terakhir kali muncul, tidak lama sebelum posting tulisan ini. Kawan
lama saya, seorang perempuan, yang juga merupakan mantan pacar kawan
dekat saya tiba-tiba SMS dan meminta nomor hp kawan dekat saya itu.
Kemudian saya balas,
SMS Donny (SD): “Wah, curigation nih…*siul2* ada apa ya?”
SMS Teman Wanita Itu (STWI): “Gak ada apa2 kok, ada urusan bisnis sama dia”
SD : “Hati-hati ah, pacarnya yang sekarang cemburuan”
STWI : “Wah, kok pacarnya cemburuan semua sih, kecuali gua…”
SD : “Kalau lu maju dan ganggu dia lagi juga kayaknya pacarnya bakalan tersingkir…”
STWI : “Wah, ntar deh kalau gua udah putus sama pacar yang sekarang…”
SD: “Saran : putusin pacar lu, dan ganggu dia…!! :D”
STWI : “Ok deh, saran lu akan gua pertimbangkan…!!”
SD: “Saran lagi : pertimbangkannya jangan kelamaan, keburu merit
dia, udah ancar2 tuh. Tapi, kalau ada apa2, jangan salahin gua ya?
*siul2*”STWI: “Ya jelas gua salahin lu lah…lu kompornya!! Kalau ketemu dia, titip salam ya dan bilang gua minta nomornya”
SD: “Ok, ntar kalau dia lagi sama pacarnya gua bilang, ‘ada salam dari bla bla bla, tadi dia minta nomor HP lu juga‘ heuheuheu”
STWI: “Boleh, cepat laksanakan ya?!”
Sebetulnya yang paling saya takutkan adalah ketika marah. Seringkali
muncul pikiran-pikiran yang setelah saya reda dari kemarahan itu
membuat saya berkali-kali istighfar. Meskipun jarang, tapi
ternyata saya juga memiliki potensi menjadi seorang pendendam dan tidak
mudah melupakan kejadian-kejadian yang pernah membuat hati saya
tersinggung. Untungnya lagi, orang-orang seperti ini juga jarang dan
pembawaan saya yang belakangan lebih cuek juga menolong saya dari
sifat-sifat semacam itu. Lagipula, sudah lama sekali saya tidak pernah
marah kok…
C 1 H 3 U L 4 17 6. 171107. 04.12. Saat Adzan shubuh bergema.
Mungkin memang gara-gara bakat terpendam ini, dirimu gak ngejawab pertanyaan daku ya? Halah! *geleng-geleng kepala*
^_^
hati2 don jgn jadi psikopat wanita
@rosi: hehe, kan udah dikasih tau lewat SMS :p
@catur: maksud lo…? :p
Dalam diammu ada sejuta jawab yang tak terucap. Haruskah aku menanyakannya?
Wah, jangan…kalau saya lagi pengen diam, gk mungkin mau jawab :p
bosen to, tanya terus, tp g djwb. emang enak dicuekin?!!