Semakin Berantakan

August 7th, 2007

Dari acara Pameran Buku IKAPI 2007, Landmark Braga, Bandung yang berlangsung dari tanggal 1-7 Agustus 2007, saya menambah lagi daftar buku di kamar saya. Maka, semakin berantakan saja kamar saya. Aneh, saya paling tidak bisa lihat harga buku murah. Padahal, masih bertumpuk buku-buku di kamar saya yang belum selesai dibaca. Musashi, sudah hampir 2 bulan lebih mentok di 1/3 halaman, dan beberapa buku lagi yang masih ‘mengambang’.

Di pameran yang sekarang, saya sebetulnya hunting buku-buku karangan HAMKA dan M.Natsir. Mengherankan buat saya ketika melihat bahwa ternyata tidak satu pun penerbit-penerbit sekarang yang tertarik mencetak lagi karya-karya mereka. Jadilah buku-buku mereka sulit didapatkan alias barang langka.

Tidak seperti biasanya, kali ini saya ragu-ragu juga untuk membeli buku-buku tersebut. Saya sampai berputar-putar sebanyak 4 putaran…pyuuhh. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli beberapa buku lagi.

Tiga buah buku yang saya dapatkan hanya dengan harga Rp. 10.000, memang bukan buku-buku best seller, tapi lumayan untuk menambah referensi. Buku-buku tersebut adalah Tragedi & Komedi (Ayub Yahya), Umar Kayam : Karya dan Dunianya (B. Rahmanto) dan Dunia yang Berlari : Mencari “Tuhan-tuhan” Digital (Yasraf Amir Piliang). Ketiganya dari penerbit Grasindo. Buku terakhir memang sudah acak-acakan, tapi lumayan untuk jadi bahan bacaan.

Satu buku dari penerbit Gema Insani Press. Wajah Peradaban Barat : Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular Liberal (Adian Husaini). Buku yang mendapatkan penghargaan ketika acara Islamic Book Fair Jakarta 2007, beberapa bulan yang lalu. Buku yang menarik. Awalnya saya membaca buku ini di perpustakaan Salman ITB. Sudah baca sampai setengah buku, tapi tidak pernah diselesaikan. Oleh sebab itu, saya membeli buku ini. Sebuah usaha yang sangat baik dari Adian Husaini dalam menjawab permasalahan ghazwul fikr. Mumpung dapat diskon 40%, saya beli saja.

Tarik menarik terjadi ketika akan membali buku terakhir. Biografi Abu Bakar ash-Shiddiq (Dr. Muhammad Husain Haikal), terbitan Qisthi Press. Salah satu dari 4 buku biografi Khulafaur Rasyidin karangan Dr. Muhammad Husain Haikal. Saya sempat bingung ketika memilih antara buku tersebut dengan buku Fatwa-fatwa Kontemporer (Yusuf Qaradhawi) dan sebuah buku tentang sejarah Rasulullah. Namun, setelah dipikir-pikir…sudah 2 buku yang saya baca tentang sejarah Rasulullah, meskipun banyak lupanya. Saya juga sedang malas membaca buku-buku tentang perdebatan soal fikih. Maka, pilihan jatuh pada buku Biografi Abu Bakar. Saya sampai bolak-balik di antara 2 stand yang memajang buku-buku tersebut. Dari ujung ke ujung pula.

Sebuah buku lagi yang menambah berantakan kamar saya. Menjadi Manusia Haji (Ali Syariati), penerbit Jalasutra. Kalau ini sih jauh-jauh hari saya dapatkan, tidak pada saat pameran tersebut. Penasaran dengan pemikiran-pemikiran Ali Syariati. Sayang sekali, beliau kadung dicap Syiah, sebuah ‘aliran’ dalam Islam yang perlu pengkajian lebih dalam sebelum memberikan cap ’sesat’. Sebab pada mulanya, syiah adalah golongan yang berpihak pada ‘Ali, bukan aliran. Awalnya, saya pun menghindarinya, namun setelah baca beberapa tulisan dan buku tersebut, pemikirannya cenderung netral. Dalam arti, beliau tidak mempermasalahkan hal-hal yang terkait soal fikih, tapi lebih banyak membahas persoalan akhlak dan filosofi Islam.

Terakhir, 2 buah tabloid PCPlus dan 4 buah tabloid Info Komputer yang saya dapatkan seluruhnya dengan harga Rp. 30.000. Lumayan, Info Komputer aslinya Rp. 40.000/edisi. Kali ini, tidak ada novel atau kumpulan cerpen, karena teringat masih ada Musashi yang belum selesai, Zahir (Paulo Coelho) yang belum dibaca sekalipun, 3 buah buku dari Tetralogi Klan Otori yang tersebar di teman-teman saya dan Pohon Tumbuh Tidak Tergesa-gesa (Yus R. Ismail) yang tinggal beberapa judul lagi.

C1h3ul417g. 070807. 20.36




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind