Penjelasan AA Gym Tentang Pernikahan Kedua

December 13th, 2006

Berikut ini adalah kutipan Penjelasan AA Gym tentang penikahan kedua
beliau. Kutipan tersebut saya ketik sendiri setelah mendengarkan file
rekaman penjelasan beliau di depan santri-nya di Daarut Tauhiid pada
tanggal 4 Desember 2006. Saya tidak mengutip seluruhnya, karena
durasinya lumayan lama. Akan saya bagi menjadi dua sesi, sesi pertama
berisi penjelasan AA Gym, sesi kedua, insya Allah menyusul, penjelasan
dari Teh Ninih selaku istrinya. Dan tidak ada satupun kata yang saya
kurangi.

Jika dibandingkan versi rekamannya, tentu saja tulisan
ini kurang "greget", karena dalam versi rekamannya, jauh lebih
emosional dan ada tekanan-tekanan dalam kata-kata tertentu. Sementara
jika membaca tulisan ini, mungkin akan menimbulkan penafsiran yang
berbeda. Namun, mudah-mudahan kutipan berikut ini bisa menjelaskan apa
yang selama ini masih kabur. Selamat membaca.

—————————————————————————————

Alhamdulillah,
rekan-rekan sekalian. Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh kita semua.
Saya akan menyampaikan, sesuatu yang sangat sangat penting, dan…hal
yang dianggap akan menjadi hal yang strategis untuk siapapun yang
menginginkan perubahan.

Saya mengucapkan permohonan maaf yang
sebesar-besarnya kepada seluruh civitas santri daarut tauhiid,
andaikata keputusan yang aa ambil ini membuat banyak ketidaknyamanan.
Pertama, ketidaknyamanan perasaan karena informasi yang kurang jelas.
Yang kedua, ketidaknyamanan…karena mungkin bertentangan dengan
sebagian keyakinan. Yang ketiga, karena akan ada dampak bagi Daarut
Tauhiid, MQ maupun Kopontren.

Keputusan berpoligami ini bukan
hal yang ringan, saya sadar sepenuhnya akan dampak (baik dan buruknya).
5 tahun dibahas, prolognya sudah sering dibacakan, apa gerangan
alasannya, mengapa mengambil resiko yang sangat besar seperti ini?
Pertama,
kita lihat bahwa…kata poligami bagi sebagian masyarakat indonesia
masih dianggap sesuatu perilaku yang buruk. Tidak heran bila ibu-ibu
memberi nasihat…"Jangan berpoligami…!"

Apalagi dengan adanya
kejadian ini, sms yang… -sebagian sms yang saya lihat-…ibu-ibu yang
begitu marahnya, sampai mau meludahi, memukul kalau bertemu AA,
buku-buku disobek, potret tidak mau dilihat. Ini adalah bukan hal yang
membuat kita emosi, tapi ini peta(?tidak terdengar jelas), betapa belum
semua orang bisa siap mendengar kata poligami.

Ini menjadi
pikiran…shalat jalan, shaum jalan, haji, umrah…tapi ketika
mendengar kata poligami…tersengat. Menjadi marah, menjadi…ghibah,
seakan ada hukum Allah yang salah. Saya mengerti…bahwa wanita begitu
berat mendengar kata ini, dan ini manusiawi. Tetapi…manjadi tidak
yakin kepada kebenaran, khususnya yang satu ini, menjadi memaki,
memusuhi…ini yang harus kita bantu perbaiki.

Kita lihat juga,
pada saat yang sama, pergaulan bebas, perzinahan,
ttm…menjadi…sepertinya bukan sebuah perilaku buruk, masyarakat
makin permissive terhadap hal ini. Saya sebetulnya menunggu akan ada
tokoh yang berani mengubah paradigma ini, seperti zaman jilbab dulu.

Saudaraku
sekalian, sesudah istikharah hampir satu tahun, maka…walaupun mungkin
ada banyak kekurangan dan kesalahan di dalam pengambilan keputusan ini,
saya memilih untuk melakukannya. Mengapa baru diumumkan sekarang?
seperti halnya sepak bola, karena ini membutuhkan tim yang tangguh,
saya harus menanti saat tim saya kuat…Teh Ninih, Anak-anak, Orang
Tua. Besar harapan, Allah membuka waktunya, dan Alhamdulillah,
pertolongan Allah…kemarin diberi kesempatan dibuka waktunya.

Satu…hikmahnya,
bagi saya pribadi, ini saat yang paling tepat untuk menguji apakah
selama ini saya menikmati pujian, penghargaan, popularitas,
penghormatan, atau saya berjuang karena ingin sesuatu yang saya yakini
benar. Alhamdulillah, dengan adanya situasi ini, betapa banyak
perhatian dalam aneka bentuk, caci maki, kutukan, ancaman…dan saya
sependapat seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, kita harus ikhlas
menerima caci maki ini, andai kata kita benar-benar mau komit.
Alhamdulillah…

Hikmah yang kedua, inilah kesempatan bagi
masyarakat. Saya ingin tahu, dakwah saya selama ini mengajak orang
komit kepada hukum Allah, aturan Allah, atau baru komit kepada suka
Abdullah Gymnastiar. Kalau dia komit kepada hukum, berarti tidak ada
masalah. Ini hal yang halal, ini hal yang dibolehkan, bukan
dianjurkan…ini hal yang, juga Rasulullah tidak melarang, sahabat juga
melakukan. Ini hal yang, aturan negara juga memberikan peluang. Ini
bukan kejahatan, ini bukan zina, ini bukan selingkuh…INI HALAL!!
Sesuatu yang halal, sesuatu yang boleh, tetapi mengapa sebagian orang
sampai seperti itu kata-katanya? Berarti…saya dakwah belum berhasil
membuat orang lebih yakin kepada kebenaran dari Allah, baru sampai
kepada figur AA Gym. Ini baik hadirin, untuk menguji sampai sejauh mana
efek dakwah.

Bagi saya pribadi, ini cobaan yang luar biasa
mantapnya. Ternyata, poligami tidak semudah diucap. Setiap hari teruji
sekali, bagaimana 2 istri ini dari sudut yang berbeda? belum lagi
anak-anak, belum lagi masyarakat…menguras…AA pemula belum pernah
berpoligami sebelumnya. Guru-guru saya juga jarang yang berpoligami
terbuka. Ada yang nasihat diam-diam, ada yang memberi nasehat
bagus…belum juga. Jadi, untuk terbuka secara nasional, belum ada
gurunya. Dan ini tidak mudah, hadirin. Kalau ada gurunya mungkin lebih
mudah.

Tetapi, saya yakin, saya bukan melakukan kejahatan. Saya
tidak melakukan kemaksiatan, ini legal, ini halal…Bismillah.
Hikmahnya, jadi lebih sungguh-sungguh bergantung kepada ALlah. Kepada
siapa lagi, selain kepada ALLAH? Maha suci ALlah, mudah2an besok lusa
akan nampak karunia ALlah lainnya bagaimana kita sudah serius
menggantungkan kepada Allah.

Hikmah untuk istri saya. Ada yang
bertanya…"AA Gym kurang apa teh Ninih? Teh Ninih baik, pandai,
sholehah, cantik." Sulit saya mengemukakan…ini adalah tanda cinta
saya kepada istri saya. Saya tahu istri saya sangat baik, dan saya
ingin istri saya menjadi lebih baik. Saya rindu melihat teh Ninih
menjadi bidadari di sorga kelak…dan saya tahu…saya adalah salah
satu penghalang yang membuat teteh bisa mencintai Allah sepenuh hati.
Siapa suami yang tidak rindu istrinya menjadi pecinta Allah? Saya pasti
mati…Apa yang bisa dilakukan oleh seorang suami yang cinta ke
istrinya, kecuali ingin menjadi pecinta Allah yang dapat menjamin
dirinya. Tapi, saya susah menjelaskan ini kepada umum. Saya tahu istri
saya akan sakit. Tetapi seperti yang disuntik vitamin, mungkin sakit
sebentar, besok lusa dia akan lebih kuat. Kalau saya nanti mati,
mudah2an inilah warisan terbaik sebagai tanda cinta saya kepada istri
saya…Saya percaya betul teteh akan kuat. Ayahnya ulama,
nenek-kakeknya ulama, adik-kakaknya orang-orang yang terjaga, dia
didoakan banyak orang. Saya tahu bagaimana teteh bangun malam. Saya
ingin teteh hanya mencintai Allah daripada mencintai saya (AA Gym
berbicara sambil menangis). Ini benar hadirin…(pada bagian ini,
terdapat jeda beberapa detik, karena AA Gym dipeluk oleh seorang
koleganya, dan terdengar juga suara tangisan AA Gym. Sebetulnya, di
bagian ini, jika mendengarkan rekamannya lebih mengharukan daripada
sekedar tulisan di sini. Karena emosinya lebih terdengar, dan pada
beberapa bagian kalimat, AA Gym berbicara sambil menangis).

Susah saya mengungkapan dengan bahasa umum…

Mudah2an
besok lusa, cita-cita saya, teteh selama di bumi ini menjadi ulama
wanita, yang benar2 sesuai perkataan dan perbuatannya. Saya lihat umat
terlalu banyak berkiblat kepada saya, ini tidak sehat. Jarang ada ulama
wanita yang begitu penuh(?). Saya harus menggeser cinta para muslimah,
mungkin lebih tepat kepada figur seorang ulama wanita. Saya siap
menerima caci maki, saya siap dihina orang, saya siap dijauhi
orang…mudah2an Allah menerima ini sebagai tanda cinta saya kepada teh
Ninih, cinta saya kepada ummat, untuk mendapat figur yang lebih tepat.
Wallahualam, Allah lah yang Maha Tahu. Hanya waktu yang akan memberikan
bukti ini.

Mengapa saya berbuat kejam kepada anak2 saya? Bukan
kejam. Siapa yang lebih mencintai anaknya selain orangtuanya sendiri?
Apakah cinta dengan dibiarkan dia tidak mengenal kebenaran? Apakah
cinta dibiarkan dengan segala sesuatu yang enak? Saya ingin anak saya
tidak (pernah/terlalu?) mengatakan sesuatu yang salah tentang hukum
Allah. Dia harus mengatakan bahwa ini adalah hukum Allah. Nggak boleh
dicacati hati ini terhadap kebenaran dari Allah. Tidak mungkin Allah
membolehkan sesuatu yang akan mencelakakan manusia. Tidak mungkin Allah
memberikan aturan yang akan mencelakakan dan membinasakan, Allah yang
paling tahu tentang manusia.

Saya tahu luka hati Gaida, Ghazi
dan beraat sekali bagi saya. Tapi, saya percaya sepenuhnya saya tidak
berbuat jahat. Ini adalah kebenaran yang tidak umum dilakukan.
Alhamdulillah. Dan saya ingin anak-anak saya kuat, terlatih menghadapi
yang sulit. Selama ini enak, dipuji, dihargai. Mereka akan menghadapi
teman-temannya, lingkungannya. Saya ingin mereka kuat menjadi anak-anak
yang kuat, dan mereka harus belajar berbagi kebahagiaan dengan yang
lain.

Alhamdulillah. Tadi pagi sebelum anak-anak pergi ke
sekolah…katakan Anakku untuk bapakmu…"harus kuat pak, harus
kuat..". Anak-anak memberikan dukungan luar biasa. Saya dapat sms dari
gurunya…"Anak-anak AA kuat dan tegar, di sekolah biasa, walaupun saya
tahu biasanya yang lain terpuruk".

Saya percaya pertolongan
Allah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan. Untuk daarut tauhiid,
inilah saatnya, saudara lebih banyak bergantung kepada Allah daripada
kepada Abdullah Gymnastiar. Mungkin akan ada penurunan jumlah jama’ah
yang datang, pelatihan, pembeli…kalau saudara bergantung kepada
Abdullah Gymnastiar, inilah saatnya saudara kecewa. Yang membagi rezeki
bukanlah saya, Allah yang maha kuasa. Kita sudah sering
mengatakan,"suatu saat jangan bergantung kepada AA". Inilah saatnya.
Yang daftar ke MQ Travel ada yang membatalkan, TIDAK APA-APA, BAGUS!!
MEREKA HARUS LURUS NIATNYA!! Bukan karena AA Gym, HARUS KARENA ALLAH!!.
Tamu ada yang membatalkan datang ke sini..ITU BAGUS!! Mereka tidak
boleh datang karena manusia, mereka harus datang karena mau mencari
ilmu, mencari kebenaran. Saya tidak melihat kerugian dengan
berkurangnya orang datang, berkurangnya transaksi jual beli, disanalah
keberuntungan dari ALlah, agar kita bener-bener tauhiid nya lurus.

Bagi
kaum muslimah, yang takut suaminya menikah lagi, yang tiba-tiba menjadi
benci kepada teh Rini… Teh Rini hanyalah seorang makhluk yang
ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari terjadinya ketentuan ini.
Insya Allah, suatu saat mudah2an teh Ninih bisa menjelaskan apa
hikmahnya. Apakah saudara benci kepada sesama wanita sendiri, dengki
sehingga seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, berbuat
sadis…orang yang berghibah itu orang yang dianggap sadis, karena
seperti memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Ini ujian keimanan
bagi AKhwat. Bagi lelaki, ikhwan di daarut tauhiid, ini juga ujian
keimanan, apakah serta merta ingin melakukan hal yang sama, padahal
tidak tahu ilmunya?

Bagi ummat, ini adalah saatnya, mengetes
apakah yang dicari selama ini hanya sesuatu yang enak, sesuai dengan
seleranya, atau yang dicari yang benar menurut ALlah SWT. Mengapa
begitu marah kepada saya? Karena tidak sesuai dengan harapannya.
Harusnya, ummat menginginkan saya sesuai dengan harapan Allah, bukan
harapannya. Alhamdulillah, akan ada saatnya sebagian orang tidak mau
mendengar,menjauh, marah…tetapi saya percaya setiap hati itu adalah
dalam genggaman Allah. Saat ini benci, belum tentu besok akan benci.
Saat ini mencaci, belum tentu besok akan mencaci. Mengapa? Karena yang
menanamkan cinta bukanlah rekayasa kita, yang menanamkan cinta hanyalah
Allah SWT. Insya Allah, bagi saya tidak ada masalah, dihina, dicaci,
dikutuk, diancam…ini adalah bagian yang belum pernah saya jalani
selama ini.

Saudaraku sekalian, ini akan berproses beberapa
waktu. Kalau saudara mengharapkan pertolongan ALlah dan ikhlas,
semuanya menjadi mudah. Kalau saudara mencintai dunia, mencintai
pujian, penghargaan, bergantung kepada makhluk…inilah saat yang
terberat yang saudara jalani. Barang siapa yang Allah baginya,
Hasbiyallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mal nassir.

Saudaraku
sekalian, mudah2an kedepan dengan ijin ALlah akan terbukti, bentuk
cinta seorang suami kepada keluarganya, kepada ummatnya, Insya ALlah.
Saya harus kuat menjaga keikhlasan ini, saudarapun teruji kesetiaan,
cinta kepada AA. Saya tidak berharap agar rekan2 mencintai, membela
saya…Jangankan kepada rekan2, kepada teh Ninih saja…"Mamah, AA
tidak menuntut mamah melakukan apapun untuk keputusan yang AA ambil
ini". Karena tidak bisa diungkapkan sekarang hikmahnya. Mudah2an rekan2
memaklumi, memaafkan, dan siap. Inilah babak baru dalam kehidupan saya,
mungkin satu-dua tahun ini akan latihan mengembangkan kemampuan.
Sebagai penggantinya, mudah2an ibu2 akan…tempat saya digunakan oleh
teh Ninih. Mudah2an akan ada figur ulama lain yang bisa mengisi
kekosongan ini, pada saatnya mudah2an AA Gym yang tampil lebih layak
disebut ulama daripada sekarang ini yang hanya baru belajar berdakwah
biasa. Saya membutuhkan situasi dimana teruji keikhlasan, teruji
kegigihan, konsisten dalam kebenaran, apakah karena ALlah ataukah
karena mencari kedudukan kepada manusia.

——————————————————————————————-

Itulah penjelasan dari AA Gym, insya allah, akan saya ketik juga penjelasan dari teh Ninih.

S3K3L04.131206.21.26.




2 Responses to “Penjelasan AA Gym Tentang Pernikahan Kedua”

  1.   Catur on December 13, 2006 6:17 pm

    DOn, kapan mau nyusul AA gim?

    (Dony’s mind:”nyusul-nyusul hiji oge can aya”, hehehe. sory don urang oge sarua)

  2.   Starry nite on December 15, 2006 11:02 pm

    Mudah2an orang2 yang bisanya menghina & menghujat dapat mengambil hikmah & belajar menghargai keputusan orang lain & tidak perlu ikut campur yah, karna masih banyak hal lain yang harus dipikirkan.
    Lebih parahnya lagi,hal yang halal mengapa harus di tentang dengan berbagai macam cara sedangkan perbuatan yang sangat hina dibiarkan saja????

    Ngomong2,boleh gak don isi blognya saya forward ke teman2 yang belum mengetahui tentang ini?Kan gak semua teman saya kenal donny.
    Boleh yaaaaaaaaaaa???

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind