Tawaf
Aktivitas tawaf, ternyata bukan hanya milik orang-orang yang melakukan
ibadah haji atau umrah saja. Kecenderungan untuk melakukan tawaf juga
ternyata dilakukan oleh segala hal yang ada di alam semesta ini,
termasuk manusia. Tawaf adalah kegiatan ibadah yang dilakukan dengan
mengelilingi ka’bah pada saat Haji atau umrah, biasanya dilakukan
sambil berdoa. Tidak sedikit yang pulang dari Haji atau umrah yang
merindukan untuk melakukan tawaf. Bahkan ada juga yang menyesal karena
tawaf yang dilakukan kurang banyak.
Suatu saat, saya sedang
duduk di pinggir kolam yang ada di Masjid Al-Ukhuwwah, Balaikota
Bandung. Tadinya, saya hanya ingin melepas lelah saja setelah melakukan
jalan-jalan. Karena airnya cukup jernih, ikan-ikan yang ada di kolam
tersebut bisa terlihat dengan jelas. Tidak terpikir apa pun selain
melihat ikan-ikan tersebut. Menarik sekali saat saya memperhatikan
ikan-ikan tersebut mengelilingi sebuah hiasan pancuran. Hanya saja,
saya terusik dengan arah putaran ikan-ikan tersebut yang berlawanan
dengan arah jaruh jam. Persis seperti arah tawaf. Tidak hanya saat itu
saja. Di beberapa kesempatan, saya pun menyaksikan pemandangan yang
sama di tempat lain.
Saat lain, ketika saya melepas lelah di
pinggir arena setelah melakukan lari pagi, saya pun menyaksikan
pemandangan yang sama. Hanya saja, kali ini yang melakukan adalah
manusia. Kemudian, saya coba untuk memperhatikan orang-orang yang
melakukan lari di berbagai tempat. Hampir seluruhnya berputar melawan
arah jarum jam. Bahkan sebuah perlombaan Nascar pun, cenderung berputar
melawan arah jarum jam. Saya pernah mencoba untuk berlari sesuai dengan
arah jarum jam, tapi saya merasakan sesuatu yang "tidak biasa". Rasanya
kurang nyaman saja. Saya yakin, tidak ada aturan yang mengharuskan arah
putaran lari itu harus berlawanan arah jarum jam, tapi ternyata setiap
orang cenderung untuk berlari berputar melawan arah jarum jam.
Tidak
hanya itu saja. Bulan ternyata berputar mengeliling bumi melawan arah
jarum jam, Bumi dan bulan mengelilingi matahari melawan arah jarum jam,
planet-planet lain pun sama. Matahari dan planet-planetnya,
mengelilingi pusat galaxy melawan arah jarum jam. Arah putaran elektron
terhadap inti atom pun sama, melawan arah jarum jam. Arah pusaran air,
dan juga angin tornado, jika saya perhatikan, memiliki kecenderungan
yang sama, berputar melawan arah jarum jam. Bahkan, kedua tangan saya,
ketika saya coba untuk membuat pusaran air dalam bak, cenderung memutar
berlawanan dengan arah jarum jam. Juga ketika membuat suatu lingkaran,
lebih nyaman membuat lingkaran dengan arah yang berlawanan dengan jarum
jam.
Saya tidak tahu apakah itu suatu sunatullah, atau hanya
kebetulan belaka. Tapi, jika itu adalah suatu sunatullah, maka pada
dasarnya, setiap makhluk yang ada di muka bumi ini sedang melakukan
ibadah, sama seperti tawaf. Ada filosofi tersendiri tentang konsep
tawaf ini. Jam menunjukkan waktu, yang selalu maju…tidak pernah
kembali…sementara Alam Semesta berputar berlawanan dengan arah jarum
jam, arah waktu…itu artinya, sementara waktu terus maju, Alam ini
seolah-olah melakukan hitungan mundur, seperti bom waktu yang akan
meledak jika sudah mencapai angka 0. Dan alam semesta pun, akan
"meledak" ketika waktunya berakhir, itulah kiamat.
Dipatiukur. 23.10. 160706.
Refleksi |Leave a Reply