Psycho

June 24th, 2006

Dua hari terakhir, termasuk ketika saya menulis blog ini, perasaan saya kok aneh begini ya..?  Resah, Gelisah, Marah, Dendam, Putus asa, Risau, Benci, Kecewa…entah marah terhadap apa, entah putus asa terhadap apa, tak tahu juga apa yang saya risaukan.  Benci pada diri sendiri, mungkin.  Akibatnya, muncul pikiran2 keji yang membuat saya ngeri sendiri membayangkan kalau saya benar2 melakukan hal-hal yg muncul dalam pikiran saya itu.

Entahlah.  Rasanya kok ada sisi lain dari diri saya yang muncul.  Untungnya masih bisa saya kendalikan.  Tapi, bahkan, hingga saat ini pun, perasaan-perasaan itu masih menguasai diri saya.  Ada semacam "perang" dalam batin saya.  Ngeri.

Mungkin, akumulasi dari berbagai macam kondisi dan kejadian, –entah saya terlibat didalamnya atau tidak–, yang membuat saya shock.  Bahkan, kejadian-kejadian yang hanya saya ketahui dari koran, internet dan televisi belakangan ini.  Juga informasi-informasi yang mengancam keimanan saya.  Tiba-tiba saja, segalanya menjadi begitu suram.

Namun, ada yang membuat saya sadar juga.  Dalam kondisi semacam itu, ternyata pikiran-pikiran "keji" itu bermunculan dengan sendirinya.  Bahkan, kalau tidak terkendali, pikiran-pikiran itu bisa berubah menjadi aksi yang mengerikan.  Dalam kasus saya, saya mencoba untuk berfikir jernih, juga menekannya dengan tidur.  Meskipun ketika bangun dari tidur, perasaan dan pikiran itu masih ada, tapi tidak semengerikan sebelumnya.  Bahkan, menjadi inspirasi tulisan ini…:D

Saya pikir, kalau kita korelasikan keadaan semacam itu, dengan kejadian-kejadian yang santer belakangan ini, antara lain kasus Ibu yang membunuh 3 anak kandungnya, kasus bunuh diri siswa yang tidak lulus UN, dan kasus-kasus kriminal lainnya, segalanya menjadi masuk akal.  Bahkan untuk orang yang stabil sekalipun.  Pada kasus yang terjadi pada saya, seingat saya, perasaan itu muncul setelah suatu kejadian yang "sedikit" membuat hati saya terluka (kecewa).  Lalu, tiba2 segalanya berubah menjadi perasaan yang kacau balau.  Berbagai perasaan  negatif, semuanya tercampur disana.  Saya seperti benar-benar sakit jiwa saja.  Dan, mungkin, saya nampak seperti psychopat.  Di dalam bergejolak, tetapi di luar tampak biasa-biasa saja, bahkan masih tersenyum dan tertawa, tapi pikiran-pikiran keji itu siap untuk "dilakukan" kapan saja.  Bahkan, ketika berjalan pun "rencana-rencana" itu menguasai pikiran saya, sehingga membuat saya lupa akan tujuan saya, bahkan ketika di angkot, tempat pemberhentian saya terlewat beberapa meter, sebelum akhirnya saya sadar.

Sepertinya, kondisi kejiwaan saya memang sedang tidak stabil.  Futur.  Bahkan sujud-sujud yang saya lakukan sepertinya hanya sebuah ritual biasa yang tanpa makna saja.  Entahlah.  Semoga ini bisa berlalu sesegera mungkin. I Need Some Light. S.O.S. Rescue Me!!

P4DJ4DJ4124N Avenue, Bogor. 2148240606.




7 Responses to “Psycho”

  1.   dina on June 24, 2006 10:07 pm

    lu harus baca buku harian gue don….
    lu akan tersenyum bacanya…..gak akan gue jelasin…krn ntar jadi opini publik :) kapan bisa ketemu???kita bahas penyakit ini???he2x

  2.   fevie on June 25, 2006 10:19 am

    Assalamu’allaikum, futur… emang gitu, seyeem… Klo ga bener2 menanganinya bisa2 kita berbuat yang ga bener, aneh2. Contohnya kamu lupa harus berhenti dimana pas lagi di angkot, dah ga sadar ma diri sendiri, aq juga sering ngalamin entu he3. Tp sekarang gimana caranya ga keterusan, aq juga dalam proses niy, sholat skrg kok rasanya seperti sekedar ritual semata, ga berasa tenang abis sholat. KECEWA, emang kata itu yang bikin hati kita jadi sakit, kotor. Klo udah begitu, tau kan gimana sterusnya, apa pun bisa terjadi, karena dengan hati yang kotor itu gimana iman mo menuntun akhlak kita. Aq pribadi coba mendekatkan diri lagi ke Alloh, sholat2nya gimana selama ini,saumnya,sunah2nya dijalanin ga,ngajinya…dll Afwan klo kata2nya ngelantur, maklum dah malem,ngantuk ^_^(0:13 WIB). Afwan lagi ga bisa ngasih solusi apa2, yang ada malah aq nambah2in masalah aja niy, berbagi…insyaAlloh. Smg cepet teratasi kegalauan hatinya…Doakan aq juga yaa Syukron, wass

  3.   jundi on June 25, 2006 4:55 pm

    Akhi, ana belum pasti, apakah permasalahannya futur atau sekedar gejolak jiwa yang bisa seperti menghantui.. atau gejala depresi ataupun tense (gusar), Allahu a’lam. Tapi mungkin, kalau memang belum, ada baiknya cerita2 dengan orang lain (minimal yg dekat dan dipercaya) tentang masalah ini (selain di internet ini). Ana akui juga memang yang disaksikan di media2 yg akhi sebut mengerikan.
    Untuk jaga2, depresi ataupun tense (gusar) bisa jadi karena terlalu sering sendiri dan lebih cenderung mengucilkan diri. Menyendiri memang dianjurkan, tapi ada saatnya. Nah ini mungkin bisa silaturrahim, telepon atau datang ke rumah orang lain yang kita biasa bergaul dengannya, dan lebih bagus lagi sambil sharing. Karena kalau minimal diungkapin dengan lisan, bisa lebih lega insya Allah hatinya. Usahakan nggak perlu malu, karena memang mungkin di sini dan saat ini itu kekurangan kita, mungkin lain kali kita bisa membantu teman kita itu atau orang yang lain lagi. Kalau sama dekat yang dekat sama dipercaya kan lebih bisa lebih terbuka biasanya.
    Terus bisa juga karena gizi kurang seimbang, mungkin makannya lebih bergizi. Bisa juga diatasi dengan olah raga, dalam arti yang akhi sukai, karena olah raga (olah raga di sini termasuk dengan unsur ‘fun’nya) bukan cuma untuk fisik, tapi untuk jiwa. Tapi mungkin kadang2 kalau orang olah raga suka khilaf, jadi mungkin dicoba diminimalisir seenggaknya dampak buruknya.
    Atau mungkin bangun pagi dan jalan2 keluar pagi2. Mungkin itu hikmahnya sholat subuh ya akhi, tapi emang kalau sholat subuh enak dan kita nggak tidur lagi setelah itu, apalagi ditambah sama dzikir atau tilawah, insya Allah hari lebih cerah (afwan yang ini bukannya ana mengira akhi kurang bangun pagi, tapi siapa tahu minimal bisa direnungi aja hikmahnya).
    Afwan akhi, mungkin kurang komprehensif, tapi ini sekedar sedikit masukan dari sesama.

  4.   jundi on June 25, 2006 5:00 pm

    Oya, mungkin dg sharing di internet kita bisa sedikit lebih berbagi, tapi mungkin kalau sharing di darat bisa lebih seru karena bisa sambil dialog.
    Semoga cepat selesai ya akhi, sambil berdoa n ikhtiar :-)Amin.

  5.   Donny on June 29, 2006 5:04 am

    Terima kasih untuk tanggapan2nya…masukan yang sangat berharga…

  6.   ila on July 3, 2006 10:27 pm

    Hi3… jadi inget 2bln yg lalu, dikasi saran temen.

    “Obat futur Anti tu, SMS (Solusi Menikah Secepatnya)…”.

    Zwing…Zwing..Gubrak!!!Aq cuma nyengir aja.Ah, ada2 aja.:P Eit, tp kali2 aja saran itu cocok bwt sikon u skrg.hi3…

  7.   ZiE zah on July 4, 2006 8:50 pm

    Warna-warni hati……….
    Saat saat yang melelahkan dalam hidup
    Ketika diri tak mampu memutuskan
    Terbelenggu kabut Jingga,Gelap dan samar
    Terlihat Jingga namun terkadang terasa gelap
    Memberi kecup manis meski kadang duri tajam
    menyakitkan…

    Apakah Einstein mampu memformulasikan rasa ini
    dalam sebuah persamaan..??
    Dan mampu mendeskripsikan dengan lugas:”Apakah ini?”
    Ataukah ini selalu menjadi bayang nan samar

    Jika ini adalah sebuah keindahan mengapa menyiksa
    dengan kegelisahan
    Jika ini adalah penderitaan mengapa membakar
    smangat untuk memberi dan berkorban
    Dan berjuang untuk mendapat apa yang diinginkan

    Yang diinginkan..
    Suatu saat dia duduk disamping
    Membawa secangkir kopi..
    Padaku yang sedang menatap langit malam
    dan mencari rahasia diantara bintang-bintang

    Membawa seuntai senyum yang meluruskan untaian
    pikirku yang kusut karna terlalu lama berbasuh
    pada hasrat pencarian hakikat semesta

    Mungkinkah dia akan duduk disampingku dan
    mengatakan:”Bersabarlah…”
    Dengan terseyum manis dia melanjutkan:”Keteguhan
    haimu adalah kunci yang akan membuka misteri
    semesta yang selama ini kau cari….ketabahanmu
    dalam mengarungi bintang dan menyusuri atomlah
    yang akan membawa rahasia semesta dalam genggaman
    tanganmu…dan pada saatnya nanti aku kan sangat
    bahagia ketika kau membuka tirai pikiran manusia
    dengan suara lantang mengatakan INILAH bukti bahwa
    Tuhan ada dan berkuasa diatas segalanya…”
    Maka Bersabarlah……Kau mengakhirinya dengan
    kecup di keningku.Mendinginkan otaku yang lunglai
    karna pencarian ini…

    Aku ingin menatap langit malam
    Dan mencari rahasia diantara bintang-bintang

    Apakah hari itu akan ada..dalam alam nyata
    Mungkinkah hanya menjadi bumbu bagi aku sang
    pengkhayal dan pemimpi…

    Saat rasa itu kembali menyergapku…
    Melumpuhkanku hingga aku tak mampu berbuat apapun
    Aku terlalu lemah untuk bisa mengusir bayangmu
    yang menghantuiku dan mengambil alih sumsum hidup
    dengan namamu yang merasuk dalam setiap degup
    jantung dan aliran darah

    Saat rasa itu kembali datang
    Menyebar bibit rindu yang berbuah kegelisahan
    Aku menjadi seonggok jasad yang tak berdaya
    Hanya mampu berharap dan membiarkan harapan itu
    menjadi impian yang menghantuiku siang dan malam

    Mungkinkah saat itu tiba
    Ketika kau duduk disampinku membawa segelas susu
    sambil berkata:”Sudah saatnya peraduan menyambut
    kehadiranmu dan tinggalkanlah sejenak langit malam
    ini…esok kau kan bersua kembali dan langit malam
    akan memberi jawab atas rahasia bintang bintang
    kepadamu

    Mungkinkah saat itu tiba
    Ketika kau mendukung semua impianku
    Mengokohkan tekadku
    Menumbuhkan hasrat dan cita citaku
    Dan kau menerima dengan lapang dada semua
    idealisme dan apa yang ingin aku perjuangkan dalam
    hidup yang singkat ini..

    Saat kau menemuiku dan mengecup keningku sambil
    berkata :”Beristirahatlah…”

    Adakah yang sanggup melukiskan rasa ini JIka rasa
    ini lebih berwarna warni dibanding pelangi..

    Adakah yang mampu menjelaskan apakah ini…
    Jika ini berarti sejuta rasa yang tak mampu kau
    ucapkan

    Adakah yang sanggup menjawab pertanyaan “Apa itu
    Cinta..??

    Ibuku..Ayahku..
    Maafkan aku
    Jika rasa ini membuat anakmu menjadi Gila

    Tetapi biar aku bercinta dengan sang
    waktu..menikmati hidup ini sambil memperjuangkan
    apa yang kuinginkan

    Aku tak akan jatuh hanya karna ini
    Aku akan berusaha menjadi putra yang baik…putra
    negara dan putra ibu pertiwi

    Biarkan rasa ini menjadi sesuatu yang mewarnai
    liku hidupku dalam meraih apa yang kuinginkan dan
    engkau harapkan

    Aku ingin menatap langit malam
    dan mencari rahasia diantara bintang-bintang
    Mungkin yang akan menemaniku adalah pekatnya malam
    serta angin yang membawa senandung mimpi indah
    pada peghuni bumi

    Aku Sendiri….
    Mencari rahasia keajaiban penciptaan Tuhan
    Dan biarkan bidadari itu hanya menjadi hasratyang
    tak pernah terucapkan lagi
    Karna aku ingin kembali tetap mencari di sisa umurku

    Mencari rahasia
    Grand UnifieD Theory..Theory of Everythink
    dan aku mampu menunjukan bhwa ada orang Indonesia
    yang mampu meraih Nobel Fisika

    :)….:)…..
    ( tenang..ini jg saduran kok dari temen…jadi artikan sendiri aja)

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind