Wanita, Belajarlah dari Geisha!

April 2nd, 2006

Setelah menamatkan buku "Memoir of Geisha" karya Arthur Golden, saya jadi ingin menyarankan kepada setiap wanita untuk membaca dan mempelajari teknik-teknik dalam dunia Geisha.  Eit, maksud saya bukan untuk menjadi seorang Geisha tentunya, tapi ada hal lain, yaitu seni atau teknik menyenangkan hati laki-laki, dan saya tidak menyarankan seni dan teknik-teknik tersebut digunakan kepada setiap lelaki, tapi untuk suami.  Cukup untuk suami saja.

Geisha, memang identik dengan dunia "pelacuran" meskipun sebenarnya, Geisha dan pelacur itu berbeda.  Geisha lebih tinggi statusnya daripada pelacur.  Geisha hanya berinteraksi dengan kalangan "bangsawan", sementara pelacur dengan siapa saja.

Kenapa saya menyarankan kepada wanita untuk belajar dari Geisha?  Seorang geisha, apa pun kondisinya, bagaimana pun perasaannya, "haram" hukumnya manampakan mimik sedih atau cemberut.  Mereka harus selalu tersenyum, bagaimanapun membosankannya teman laki-laki mereka.  Geisha adalah seorang pendengar yang baik dan "sabar".  Seorang Geisha harus tahu kapan saatnya berbicara, dan kapan saatnya diam.  Seorang Geisha, harus selalu nampak cantik.  Seorang Geisha harus cerdas, berwawasan dan supel.  Dan seorang Geisha harus bisa membahagiakan teman laki-lakinya, bagaimanapun kondisi mereka.  Perkataanya harus menyenangkan setiap teman laki-laki mereka.  Dan banyak lagi teknik-teknik yang harus geisha pelajari, seperti menari, bermain shamisen, menyanyi dan berpuisi, mungkin.  Semuanya agar laki-laki senang.

Tujuannya?  Ya, jelas agar suaminya senang.  Kalau begitu, kesannya, seorang wanita seperti "pelayan" bagi laki-laki, dong?  Dan tampak penuh kepura-puraan…. Memang.  Tapi, bagaimanapun, dunia dan syurga nya seorang wanita adalah ridho suami mereka.  Saya tidak menyarankan cara-cara geisha tersebut dilakukan setiap hari.  Tapi, cara-cara tersebut, akan sangat berguna sekali bagi seorang istri, sehingga suami mereka merasa "dilayani, didengarkan, dihormati dan dihargai".  Seperti itulah dunia Geisha,  mereka ada untuk melayani, mendengarkan, menghormati dan menghargai teman laki-laki mereka.  Mereka selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik.  Efeknya adalah kalau seorang geisha tersebut benar-benar "memuaskan", teman laki-lakinya akan menyerahkan segala-galanya bagi geisha tersebut.  Begitu juga dengan seorang suami, kalau istrinya melakukan segala sesuatunya dengan baik dan melakukan yang terbaik bagi suami, rasanya sulit sekali seorang suami akan berkhianat.  Baginya, istrinya adalah semestanya, segala-galanya.  Dan kalau sudah begitu, seorang wanita akan mendapatkan apa pun yang dia inginkan, bahkan tanpa diminta.

DU. 020406.  21.00 kurang 2 menit.




2 Responses to “Wanita, Belajarlah dari Geisha!”

  1.   - sindy - on May 11, 2006 8:19 pm

    opini yang jujur… :) I got the point!

  2.   ZiE zah on June 14, 2006 6:52 pm

    ck…ck….i know ur aim

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind