MP3 Player

February 12th, 2006

Senangnya…Alhamdulillah, akhirnya saya punya MP3 Player.  Produk bajakan sih, maksudnya, bukan merek terkenal, tapi cukuplah bisa memenuhi kebutuhan saya.  Sudah lama saya memimpikan memiliki MP3 Player…(kesannya barang mahal banget!!!).  Tujuannya, untuk menemani saya yang suka bepergian jauh, atau juga menemani ketika melakukan perjalanan Bogor-Tebet, atau Jakarta-Bandung, atau Bogor-Bandung.  Alasannya sih biar gak terlalu "kesepian".  Coz, saya bukan tipe orang yang suka "ngobrol" dengan orang lain di dalam perjalanan, kecuali ada teman.

Dengan adanya MP3 Player ini, ada beberapa hal yang bisa saya lakukan.  Pertama, untuk mengalihkan perhatian dan pikiran dari "keadaan" sekitar ketika naik KRL Ekonomi yang "mengerikan". :D…Maksudnya?  Begini…pernah memperhatikan anak kecil?  Mungkin udah pada sering kan?  Nah, apa sih yang bisa kita "ambil" dari memperhatikan anak kecil ini?  Selama "terdampar" di KRL ekonomi Jabotabek, saya sering tertarik dengan anak kecil, khususnya balita.  Karena, di dalam KRL Ekonomi yang sumpek, berdempet-dempetan, kadang ada caci-maki…seorang anak kecil, masih bisa tertawa, masih bisa tersenyum, masih bisa tertidur…bahkan menangis.  Kesannya cuek, tidak tahu dan tidak peduli banget.  Tapi, dibalik ketidaktahuannya, mereka bisa menemukan "kebahagiaan" atau "dunia lain" di dalam pikiran mereka.

Nah, itulah yang ingin saya lakukan ketika berada di KRL.  Memiliki "kebahagiaan" sendiri ketika berada di sana.  Dengan keadaan badan yang lelah, atau kadang dipusingkan dengan pekerjaan, yang saya butuhkan tentu saja bukan pemandangan atau situasi yang "mengerikan", yang bisa membuat diri ini semakin down.  Selama ini, saya mencoba menyiasati keadaan tersebut dengan membaca buku.  Itu juga cukup  berhasil, tapi tidak dengan buku-buku yang membuat kening semakin mengkerut kan?  Perlu sesuatu yang lain, yang lebih fun dan rileks.  Maka, untuk saya, musik adalah salah satu jawabannya.  Dengan mendengarkan musik, bisa membuat pikiran saya "mengawang-awang", jauh…atau hanya sekedar mengikuti lagunya saja.  Yang jelas, pikiran saya "jangan sampai" berada di sana.  Tapi, jangan sampai terlalu "cuek" juga, sehingga kita tidak peduli terhadap apa yang terjadi di dalam KRL tersebut.

Konon, pengalihan pikiran ini, sangat tepat digunakan untuk mereka yang mudah marah, stres dan sedih.  Tentunya, perlu memiliki imajinasi yang kuat juga.  Medianya sih bisa apa saja.  Novel, bisa juga membawa pikiran terbang kemana-mana dan membayangkan situasi yang terdefinisi dalam novel.  Pengalihan pikiran juga bisa menyebabkan seseorang melupakan rasa sakit.  Teman saya pernah menderita sakit gigi, kemudian saya dan teman yang lain mengajak dia ngobrol dan diskusi…dan ternyata, dia bisa melupakan rasa sakitnya, bahkan jadi asyik ngobrol, dari yang tadinya menangis.  Kemudian, ketika saya mengingatkan lagi…dia jadi sakit lagi, dan mulai menangis lagi.  Itulah, kenapa sebabnya, ketika saya masih tergabung dalam PMR dan KSR, saya dianjurkan untuk mengajak ngobrol pasien.  Hal ini dilakukan agar pikirannya tidak terfokus pada rasa sakitnya.

Kedua, dengan adanya MP3 Player ini, bisa membantu saya dalam menghafal Al-Quran.  Apalagi, dalam MP3 Player yang sekarang, ada mode untuk melambatkan atau mencepatkan lagu.  Sehingga, sangat tepat digunakan untuk mereka yang mau menghafal Al-Quran dengan cara "mendengarkan".  Untuk satu surat, saya bisa memutarnya berkali-kali.  Ini adalah obsesi saya.  Malu dengan status "aktifis" yang sempat saya sandang, tapi tidak bisa apa-apa.  Sementara, banyak orang di luar sana yang tidak pernah menyandang gelar "aktivis", bisa menghafalkan Al-Quran sampai 30 Juz.  Sementara saya, Juz 30 saja kerepotan sekali.  Ah, Payah nih!!!

Tebet.  130206.  11:42.
NB:  Badan pegel-pegel nih, baru olahraga lagi di SORGA (Sasana Olah Raga Ganesha)…




One Response to “MP3 Player”

  1.   Widi Satria on February 13, 2006 4:01 am

    Wheyy…
    MP3 Player baru nih…
    Sabaraha meuli…
    IPod nya…
    beunghar lah…

    ikut senang atas hadirnya momongan baru Donny.

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind