Substr
Seminggu yang lalu, si gua dipusingkan dengan ini….
ls_track := ‘1~02170806460~02270209529~2~20060112~20060113~UserGUI~Content IN~Content Out~Rusak^1~02170700070~02270209444~2~20060112~20060113~UserGUI~Content IN~Content Out2~Gak Jelas^1~02170674342~03166545643~2~20060112~20060113~UserGUI~Content IN~Content Out3~Ya, Gitu Deh^1~02170655445~02270443234~2~20060112~20060113~UserGUI~Content IN~Content Out4~Tau nih’;
s_bufS:=upper(ls_track);
s_buffS:=s_bufS||’^';
ls_param := TRUE;
ls_pos := 1;
while (ls_pos>0) loop
ls_pos := instr(s_buffS,’^',1,1);
s_buffS2:=substr(s_buffS,1,ls_pos);
s_buffS :=substr(s_buffS,ls_pos+1);
s_buffS2:=rtrim(s_buffS2,’^');
s_buffS2:=s_buffS2||’~';
ls_stat :=substr(s_buffS2,1,instr(s_buffS2,’~',1,1)-1);
ls_mdna :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,1)+1,instr(s_buffS2,’~',1,2)-instr(s_buffS2,’~',1,1)-1);
ls_mdnb :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,2)+1,instr(s_buffS2,’~',1,3)-instr(s_buffS2,’~',1,2)-1);
ls_type :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,3)+1,instr(s_buffS2,’~',1,4)-instr(s_buffS2,’~',1,3)-1);
ls_rece :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,4)+1,instr(s_buffS2,’~',1,5)-instr(s_buffS2,’~',1,4)-1);
ls_send :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,5)+1,instr(s_buffS2,’~',1,6)-instr(s_buffS2,’~',1,5)-1);
ls_gui :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,6)+1,instr(s_buffS2,’~',1,7)-instr(s_buffS2,’~',1,6)-1);
ls_in :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,7)+1,instr(s_buffS2,’~',1,8)-instr(s_buffS2,’~',1,7)-1);
ls_out :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,8)+1,instr(s_buffS2,’~',1,9)-instr(s_buffS2,’~',1,8)-1);
ls_reas :=substr(s_buffS2,instr(s_buffS2,’~',1,9)+1,instr(s_buffS2,’~',1,10)-instr(s_buffS2,’~',1,9)-1);
ld_s := TO_DATE(ls_rece,’YYYY MM DD’);
ld_e := TO_DATE(ls_send,’YYYY MM DD’);
ls_s := to_char(ld_s,’Mon dd, yyyy’);
ls_e := to_char(ld_e,’Mon dd, yyyy’);
/*
ls_x1 :=substr(s_buffS,1,instr(s_buffS,’~',1,1)-1);
ls_x2 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,1)+1,instr(s_buffS,’~',1,2)-instr(s_buffS,’~',1,1)-1);
ls_x3 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,2)+1,instr(s_buffS,’~',1,3)-instr(s_buffS,’~',1,2)-1);
ls_x4 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,3)+1,instr(s_buffS,’~',1,4)-instr(s_buffS,’~',1,3)-1);
ls_x5 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,4)+1,instr(s_buffS,’~',1,5)-instr(s_buffS,’~',1,4)-1);
ls_x6 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,5)+1,instr(s_buffS,’~',1,6)-instr(s_buffS,’~',1,5)-1);
ls_x7 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,6)+1,instr(s_buffS,’~',1,7)-instr(s_buffS,’~',1,6)-1);
ls_x8 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,7)+1,instr(s_buffS,’~',1,8)-instr(s_buffS,’~',1,7)-1);
ls_x9 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,8)+1,instr(s_buffS,’~',1,9)-instr(s_buffS,’~',1,8)-1);
ls_x10 :=substr(s_buffS,instr(s_buffS,’~',1,9)+1,instr(s_buffS,’~',1,10)-instr(s_buffS,’~',1,9)-1);
ls_client:=trim(substr(ls_x1,instr(ls_x1,’=')+1));
ls_mdnx:=trim(substr(ls_x2,instr(ls_x2,’=')+1));
ls_ddate1:=trim(substr(ls_x3,instr(ls_x3,’=')+1));
ls_ddate2:=trim(substr(ls_x4,instr(ls_x4,’=')+1));
ls_sts:=trim(substr(ls_x5,instr(ls_x5,’=')+1));
ls_user:=trim(substr(ls_x6,instr(ls_x6,’=')+1)); */
htp.prn(’
<TR class=repcol8 valign=middle>
<TD>’||ls_mdna||’</TD>
<TD>’||ls_mdnb||’</TD>
<TD>’||ls_type||’</TD>
<TD>’||ls_s||’</TD>
<TD>’||ls_e||’</TD>
<TD>’||ls_gui||’</TD>
<TD>’||ls_in||’</TD>
<TD>’||ls_out||’</TD>
<TD>’||ls_stat||’</TD>
<TD>’||ls_reas||’</TD></TR>
‘);
NB : ls_track dan ls ls yang lain -> variabel untuk menangkap hasil suatu proses…
substr -> fungsi untuk mengambil kata tertentu dari posisi tertentu…
instr -> fungis untuk mengetahui posisi suatu karakter…
C U
"Sampai ketemu lagi….", katanya.
Sehari menjelang Tahun Baru Islam…KRL0702…Tebet.
Ngelantur | Comment (0)
Programmer Chat
Berikut ini adalah obrolan si Gua dengan temen kantor si Gua di IM, di sela-sela coding, compile and testing…
Donny Reza: keur naon ayeuna??
Donny Reza: si gua pulang duluan siga na
iwan rustiawan: browsing n cari2 pasangan hidup
iwan rustiawan: bisi jadi orang freak
Donny Reza: wah…neangan pasangan hidup mah kudu di bandung euy
Donny Reza: ente mah lain aya anu nungguan??
Donny Reza: urang ge siga na geus jadi nerd…
iwan rustiawan: ye…… kan masih dalam tahap seleksi…
Donny Reza: mumpung ngora keneh…heu euh???
iwan rustiawan: kan dina algoritma oge….. (1). searching (2) selection (3) shorting
iwan rustiawan: nah ku urang diterap keun dina neangan ce…..
Donny Reza: sorting meureun…lain shorting
Donny Reza: shorting mah dipendekkan atuh…
iwan rustiawan: geu euh eta……..
Donny Reza: make metode naon euy…?
Donny Reza: minimum…atawa bubble sort?
iwan rustiawan: wah…….. teu usum eta mah……
iwan rustiawan: bisi kaburu beakeun……..
iwan rustiawan: quick sort atuh………
Donny Reza: oh heu euh…
Donny Reza: teu make metode random wae…
Donny Reza: saha anu kacekel, eta nu jadi…
iwan rustiawan: ah……… sieun meunangkeun bencong ah……
Donny Reza: bae atuh meunang bencong oge….
Donny Reza: ari geulis mah…
iwan rustiawan: anjir………..
iwan rustiawan: ke bisa2 ngabatu atuh………
iwan rustiawan: bijilna siga odol………
Donny Reza: neangan anu kumaha sih…?
Donny Reza: variabel na geus aya…?
iwan rustiawan: pokona mah ping we kaditu-kadieu…… mun aya nu replay ke kuurang tinggali heula….
Donny Reza: lamun request timed out kumaha???
iwan rustiawan: makana pake teknik nu alus atuh……..
Donny Reza: emang boga algoritma anu alus??
iwan rustiawan: pokonamah hese-hese teuing mah geus we kadukun atuh….
nb: sengaja gak di translate…dan…tulisan si gua makin gak bermutu aja nih…mayday…mayday!!!
Ngelantur | Comment (1)Gedung Gajah, 190106. 17:42.
100th
Hore….ini blog saya yang ke-100 di Friendster. Selamat….selamat…
Btw, atas permintaan teman, akhirnya saya memutuskan untuk mengaktifkan kembali blog saya yang di blogger.com…http://psychoavatar.blogspot.com…katanya sih supaya lebih interaktif. Karena blog friendster terlalu kaku. Tulisan-tulisan lama saya tidak akan muncul di blogger, gila aja kalau harus upload lagi semua, lagipula setiap tulisan kan ada kronologis dan moment tertentu, jadi…ya gitu. Oh, iya…tinggal klik aja di link Psycho Avatar, di blog ini….
Tapi, isinya tidak akan berbeda…apa yang saya upload di sini, akan saya upload juga di sana…juga sebaliknya. Ternyata, dunia blog luas juga…masih banyak juga yang tidak saya ketahui. Agak ironis untuk seorang Sarjana Informatika seperti saya sebetulnya.
Ngelantur | Comment (0)Rumah
Dilatarbelakangi oleh perasaan homesick beberapa hari terakhir ini, saya tertarik juga untuk menulis tentang rumah. Dalam bahasa Inggris, rumah adalah home atau house. Bedanya, house merujuk ke bentuk fisik atau bangunannya, sedangkan home merujuk ke suasana-nya. Home juga bisa berarti pulang atau tempat pulang. Adapun yang ingin saya bicarakan di sini bukan rumah dalam pengertian house, tapi home.
Home tidak selalu house, dan tidak semua bagian dari house bisa menjadi home. Beberapa orang menjadikan kamar pribadinya sebagai home, karena di kamarnya tersebut dia bisa merasakan ketenangan, damai dan santai. Atau mungkin ada juga yang menjadikan kamar mandi di rumahnya sebagai homekarena dia bisa melamun sepuasnya…misalnya. :p Intinya, tempat-tempat yang bisa membuat kita selalu ingin berada di sana dan merasakan ketenangan serta kenyamanan ketika berada di sana…itulah home. Beberapa orang mungkin menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai sumber inspirasi.
Di Film-film, biasanya film petualangan, kita sering mendengar kata-kata…”I Wanna Home“…tentu bukan bangunan rumahnya yang dirindukan, tapi mungkin suasana kota, suasana rumahnya, orang tua, istri, suami, anak-anak, saudara atau mungkin sahabat-sahabatnya.
Kita mungkin heran kenapa anak-anak jalanan bisa bertahan di jalanan, atau kenapa ada orang yang menenangkan diri sendirian ke hutan, atau ada orang yang buang-buang duit bolak-balik ke suatu kota meskipun ongkos sedang mahal. Karena mungkin, di sana lah home mereka. Home tidak selalu berbentuk fisik. Para pecinta alam, mungkin menjadikan hutan sebagai home mereka…tidur dimanapun, makan apapun…tapi mereka menemukan suatu kepuasan atau ketenangan ketika berada di sana. Bisa jadi, mereka menemukan suatu tempat yang bisa membangkitkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya, yang tidak bisa muncul di tempat-tempat lain. Dan tempat-tempat tersebut menjadikan mereka selalu ingin kembali, atau “ngangenin” dan betah berlama-lama di sana.
Kadang-kadang, rumah tidak selalu menjadi home untuk seseorang. Mungkin karena di dalam rumah tersebut ada perselisihan sesama anggota keluarga, sehingga menjadikan seseorang tidak betah untuk berlama-lama di rumah.
Pada kasus saya, Bandung menjadi home buat saya saat ini. Meskipun saya sekarang tinggal di rumah saya di Bogor, tapi hati saya selalu tertuju ke Bandung. Saya pun tidak mengerti kenapa perasaan tersebut bisa muncul. Karena itulah, komputer dan barang-barang saya masih saya tinggal di Bandung, supaya ada alasan untuk ke Bandung lagi. Tapi yang jelas, selama hidup saya, saya menemukan beberapa home yang sering membuat saya merindukannya.
Ketika SMP, salah satu home saya adalah POSKO P3K. Ketika SMA, home saya adalah kantin sekolah, mushola, balkon dan lapangan basket yang dibajak jadi lapangan sepak bola. Ketika SMP dan SMA, sering sekali saya berada seharian di sana, dan kadang tidak ingin pulang kalau melihat masih banyak teman-teman di sana. Bahkan ketika kelas 3 SMA, saya sering menjadi orang yang pertama datang ke sekolah, dan menjadi orang yang pulang terakhir dari sekolah. Ketika kuliah, home saya adalah Sekretariat Birama, kamar kost-an, dan beberapa tempat yang memang sering saya kunjungi, meskipun hanya sekedar lewat, seperti masjid salman. Padahal, pada awal-awal di Birama, saya nyaris dipecat dari keanggotaan, karena belum merasakan home yang sebenarnya.
Masjid, selalu menjadi home buat saya. Masjid apa pun, besar atau kecil. Karena di sana saya selalu bisa merasakan ketenangan, kedamaian atau hanya untuk melepas lelah jika berada dalam perjalanan. Masjid selalu menerima kehadiran saya. Makanya, saya sangat tidak setuju kalau masjid di kunci, baik siang maupun malam. Kata salah seorang mentor saya..”kayak bioskop aja di tutup”. Ketika kuliah tingkat satu, saya bersama seorang teman saya, pernah sengaja berjalan kaki dari kampus UNIKOM menuju masjid balaikota yang jaraknya sekitar 4-5 KM, hanya untuk tidur siang saja di sana. Dan beberapa kali kami melakukan seperti itu. Hal itu menjadikan moment yang paling saya ingat ketika bersama teman saya itu.
Menciptakan home, tentu saja memerlukan peran aktif kita dan bantuan orang lain, serta interaksi yang sangat baik di antara keduanya. Kita sering mendengar kasus seorang yang bekerja di sebuah perkantoran selama bertahun-tahun, tapi tidak merasa betah berada di sana. Bisa jadi karena interaksi antar individu kurang baik, karena suasana nyaman terbentuk dari interaksi yang sangat baik dan rasa saling percaya. Sebagai contoh, saya tidak pernah kehilangan benda apa pun selama di Birama, bahkan ketika ketinggalan pun, besoknya barang tersebut masih ada di sana, bahkan tidak tersentuh. Karena itulah, sewaktu kuliah, Birama merupakan salah satu home saya. Bahkan, kalau sekarang saya main ke Bandung, Birama adalah salah satu tempat yang selalu saya tuju.
Tapi, mempertahankan home itu tidak semudah mendapatkan dan memilikinya. Silaturahmi dengan orang-orang yang “terlibat” dalam home tersebut, sangat penting. Beberapa saat saja kita menghilang dari “peredaran”, kita tidak akan menemukan lagi suasana nyaman tersebut. Saya pun harus kehilangan beberapa home karena menghilang dari “peredaran”. Suasananya jadi kaku lagi. Bahkan sahabat karib pun menjadi tidak karib lagi.
Ngelantur | Comment (0)Diketik di S3K3L04, 150106. Diedit dan diUpload di Tebet, 160106, 14:56
Coretan Kecil
Hari yang Cerah…
Hati yang Resah…
Tebet, 13 Dzulhizah 1426 H…09:17…
Ngelantur | Comment (0)Homesick
Gawat!! Si Gua lagi Homesick banget ama kota Bandung….
Beberapa hal yang amat sangat Si Gua kangenin sekali banget pisan…karena emang rutin Si Gua kerjakan…
Jum’atan di Salman, udah gitu ngambil Buletin Kronika 3 lembar buat Si Gua, Elie dan Birama, kemudian Jalan kaki dari Salman ke UNIKOM, kemudian nangkring dan diskusi di Birama ampe sore…
Kukurilingan di Hari Minggu bareng Beni ke Jendela Hati, Percikan Iman, lalu lanjut ke DT, makan di warung nasi sekitar DT, istirahat…untuk dilanjutin lagi ke Pajagalan sampai Maghrib…
Malam Jum’at di DT, bukan pengen dengerin ceramah, tapi cuma pengen menikmati suasananya aja yang tenang dan peace.
Nangkring di taman cinta-nya UNIKOM, sambil iseng ngedadahin bis kota yang lewat…
Jalan Kaki dari UNIKOM ke kost-an di sepanjang Dipati Ukur, sambil memikirikan segala hal…
Lari di sabtu pagi atau sore hari @ SABUGA…meskipun gak rutin…tapi ini adalah salah satu kegiatan yang selalu Si Gua kerjakan kalau lagi suntuk…
Main Sepak Bola sabtu Pagi bareng anak-anak kostan…
Nangkring di jendela BIRAMA, sambil ngelihatin kota Bandung…
Ngumpul sama anak-anak SSG yang calon pengusaha semua…
Akhwat-akhwat berjilbab yang jarang banget Si Gua temukan di Bogor dan Tebet…:p…hehehe…ini mah susah dijelaskan…
Gramedia Bandung…
Di warnet dari Isya ampe Jam 1 malam…
Nulis Blog @ my room…
My room yang acak-acakan tapi damai…
Si Gua juga ngerasa heran…orang lain kalau Homesick, ke rumah sendiri…kok si Gua Homesick ke kota lain yah??
Hmmm…Bandung, apa kabar si Lu di sana…????
Tebet. 11 Dzulhijah 1426 H…09:03…
Ngelantur | Comment (1)Accident Reunion
Last Saturday, gua memutuskan untuk nggak ke Bandung dulu. Istirahat. Soalnya, udah 3 minggu bolak-balik Bandung-Bogor-Jakarta. Selain capek, ngabisin duit juga…:p
So, untuk mengisi kekosongan, seperti biasa, di Bogor, tempat maen gua dua-duanya adalah Gramedia dan Bonet. Jadi, gua memutuskan untuk ke Gramedia aja…nyari buku baru dan lihat-lihat harga. Tadinya mau bikin SIM, tapi, entah kenapa, daku tuh males banget yah berhubungan dengan Instansi Pemerintahan…entah itu Polisi, Kelurahan, dan Departemen lainnya…gak tau lah, image mereka di mata gua gak pernah bener aja…Sorry nih buat para PNS dan Polisi :p. Nggak layak aja disebut pengayom masyarakat…meskipun, gua tau, gak semua orang layak dihakimi seperti itu.
Makanya, sampai sekarang, gua gak pernah punya SIM, bawa motor kemana-mana tanpa SIM. Kalau ada razia, menghindar. Juga males ngurusin KTP…KTP gua dibikinin sama my mother…dan juga gak pernah mau bikin kartu kuning (pencari kerja)…juga males banget ngurusin SKKB. Pokonamah hoream pisan lah…
Tadinya, gua pengen ngajakin si Thez buat ke gramed. Tapi, khawatir mengganggu malam mingguannya beliau…sorry ya…:D. So, gua berangkat sendiri, minjem motor punya ibu daku. Sampai di gramedia, bada ashar, setelah shalat ashar, langsung ke gramedia. Dan basah. Soalnya hujan.
Seperti biasa, lihat-lihat buku, baca-baca buku…dan mikir…”uang gua ada berapa ya?”…soalnya, gua punya kebiasaan…tiap lihat buku bagus, langsung beli aja…urusan makan or nggak, kumaha engke weh eta mah…urusan duit bulanan gak mencukupi, gimana nanti aja…
Lagi, asyik-asyik baca…tiba-tiba mata ini ingin melirik ke luar. Dan…siapa tuh melambai-lambai begitu…kayak yang gua kenal. Puguh weh…Beller gitu loh!! Gua suruh masuk, dengan isyarat tentunya, dia juga jawab dengan isyarat…”gua bawa yg beginian..” kalo diterjemahin kayak gitu, sambil nunjukin map yang dibawa. Ya, udah, gua yang keluar…ngobrol deh…sana sini sono…
Lagi asyik-asyik ngobrol…Tenni (IPA 4) lewat…dan lempeng aja, langsung masuk ke dalam, gua juga gak sempet negur…it’s ok. Gua lanjutin ngobrol ama Beller. Gak lama kemudian, Dedi Ocho (IPA 5) dateng…”cho…”…dan nengok, ngobrol deh ber-3…terus tiba-tiba Ocho ngasih isyarat pura-pura ngangkat telepon, sambil ngelihatin Tenni yang lagi nelepon..udah gitu Tenni keluar juga. “Mau pada kemana kalian..??”..”Gak kemana-mana kok, kebetulan aja ketemu di sini..”…Ngobrol deh ber-4…Nggak lama…”eh…pada ngapain n mau kemana?”…tanya Ratih (IPA 1) yang tiba-tiba dateng…”Gak kemana-mana, di sini aja…”…udah gitu…ngobrol deh ber-5…”Siapa lagi yah yang dtg?”..kata gua…ternyata sampai Adzan Maghrib, gak ada lagi.
Selama kira-kira 1/2 jam, yang ber-5 ini banyak ngobrolon tentang kerjaan sebetulnya. Kecuali Beller yang emang rada kurang nyambung kalo ngobrolin kerjaan, orang masih skripsi kok. Tenni nyeritain kuliah S2-nya, Ocho yang sekarang kerja di BII, dan Ratih juga yang kerja di BII…beda cabang aja. Gua n Beller, lebih banyak jadi pendengar aja…
Setelah Adzan Maghrib, Gua n Beller shalat dulu. Ratih nerusin urusannya. Tenni n Ocho ngelanjutin ngobrol. Setelah shalat, Beller balik, gua lanjut k Gramedia. Masih ada Tenni n Ocho, pas gua dtg, giliran Ocho yang shalat. Gua nemenin Tenni ngobrol. Lebih banyak ngobrol tentang IPB dan keprihatinan kami terhadap lulusan IPB. Why? Kata Tenni…”70 % temen gua kerja di Bank”…”wah…jadi Institut Perbankan Bogor dong..”, kata gua. Bahkan pernah dijadikan seminar. Ck Ck Ck…
Kata gua..”sayang banget tuh waktu sama Ilmu, di sisi lain, pertanian juga sedang sangat membutuhkan orang-orang IPB. Gua pernah denger ceramah yang nyindirin IPB…”kita ini punya IPB, tapi yang kita denger…duren Bangkok, Jambu Bangkok, dan Bangkok-bangkok lainnya…trus mana yang dari Bogor-nya dong??”"…
Tapi, obrolan gua ama Tenni gak lama, cuma 10 menit, Ocho ikutan nimbrung lagi. Kemudian ibunya Tenni ngejemput, soalnya mereka udah janjian. So, gua and Ocho masuk ke Gramed, gua lanjutin lihat-lihat buku, n Ocho juga gak tahu lihat buku apaan. Gak lama. 10 menit kemudian Ocho pulang…dan gua masih di gramed sampai satu jam kemudian.
Saturday Night with Book!!
Ngelantur | Comments (1,084)Quoted
Semakin Banyak Tahu…Semakin Kita Tahu…bahwa ternyata…tidak Banyak yang kita tahu.
Quoted by: Me!! ![]()
Gajah, 030106. At Work…
Help!
Help! Banyak banget nih bahan tulisan yang gak tersalurkan…Kompie-ku sayang ada di Bandung sih…Jadi, ada yang mau beliin Laptop?? :))
Jadi karyawan, ternyata berpotensi bikin mati kreatifitas ya?? Tunduk pada atasan, tunduk pada peraturan, harus formal…*ugh, i hate that*…terikat pada suatu tanggung jawab dan pekerjaan.
Hampir-hampir tidak ada waktu buat menyalurkan ide-ide…gimana nggak, nyampe rumah badan udah lemes, letoy, leuleus, lesu…:p…tapi ada pertanyaan besar juga sih..emang daku kreatif???…*thinking*…
Apalagi yah yang mau diceritain.??
Mmmm…ternyata aneh ya rasanya mengetahui ada yang “mengharapkan” diriku? Actually, gua bingung. Meskipun itu bukan yang pertama kali, tapi…gua selalu bingung. Karena masalahnya adalah…mmm…yaitu…bingung!
Meskipun gua pura-pura gak tau kalau dia falling in love with me…tapi, gua juga gak perlu nunggu makhluk di seberang sana menyatakan cintanya (halah!) padaku kan? Dari sms-an nya, gua tahu kalau orang yang dia maksud adalah DAKU!!
Huu…ke-GR-an kali?? Gak juga kok…hei, i know myself than other, right? So, dari ciri-cirinya dan dari sifat-sifatnya yang dia ceritakan, gua tahu kalau itu adalah…GUA!! Soalnya, cara-cara seperti itu mengingatkan gua sewaktu masih…kayak gitu! :p
SMSin tiap hari…nanyain kabar…ngasih perhatian…ngasih hadiah…:p
Kadang gua iseng nanyain…”Gimana kabarnya si cowok?”..lalu..dia menceritakan tentang keadaan..gua! Katanya, gua misterius(?) Dan kacaunya gua, gua malah bercerita tentang “orang lain”..:D Konon, setelah sms-an tentang “orang lain”, dia bilang kalau dia lagi “patah hati” sama tuh cowok dan…masuk RS dan di opname!
Bukan karena gua kok dia masuk RS…tapi karena banyak tugas…katanya. Sementara, gua juga gak tau “orang lain” yang mana yang gua ceritakan…Jahat yah gua?
Ok..gua bohong tentang “orang lain” itu. Dan gua tahu itu bakalan menyakitkan…sampai sekarang pun gua masih berpura-pura tidak tahu tentang “perasaan” dia. Tapi, gua harus bagaimana lagi? Gua hanya berusaha untuk menutup pintu ke arah sana…ke arah pacaran maksudnya. Dan satu-satunya cara adalah…gua bercerita tentang “orang lain” itu.
Mungkin gua salah. Hmm…ok..gua salah. Tapi, gua bingung bagaimana memperlakukan cewek yang sedang jatuh cinta, sementara gua sendiri gak ngerti. Apalagi belakangan gua termasuk cuek sama kaum hawa, aneh aja kalo ada yang “nyangkut”…sementara, gua juga gak pernah punya niat untuk itu. Dan sejujurnya…GUA TAKUT!!
Dia tidak jelek…tapi sangat biasa…dan gua juga orang biasa. Kenapa gak disambut aja, Don??? Kesempatan tuh…
Ntar dulu…Gua lagi egois sekarang…gua juga punya kriteria, dan masih banyak orang yang memenuhi kriteria tersebut daripada dia…jadi, selama kriteria itu masih ada, kenapa harus nyerah dulu?? *…Donny lagi sombong…*
Malahan dia banyak yang “ngincer”…
Alasan lain adalah…gua kan sekarang punya prinsip untuk “gak pacaran”. Terlebih, gua emang udah gak sreg dengan aktivitas itu…
Kadang-kadang, gua juga terpikir untuk menyambutnya…tapi gak lucu kan, gua gembar-gembor…”pacaran bikin dosa, pacaran buang-buang waktu, pacaran gak ada manfaatnya…”…Sementara gua pacaran juga! Ini megang prinsip namanya…Meskipun, bagusnya, dia juga siap aja kalau ada yang ngelamar…dan dia juga gak niat pacaran sebetulnya.
Cuma, katanya, dia belum pernah punya perasaan “seperti ini…”…:o
Gara-gara gua juga sih waktu ngasih saran…”Kalian tuh cewek…udah kuliah…bkn anak-anak lagi…udah jangan kagok lagi ngomongin tentang pernikahan. Sebab, suatu saat kalian pasti ada yang ngelamar…cepat atau lambat”…Gitu kata gua dulu, sewaktu ngomentarin “cewek” yang masih belum “dewasa”. Gak tau nya malah ngebalik…hiks!!
Gua ngerti banget perasaan dia..karena, gua juga pernah kayak gitu. Karena itulah, gua sering mengingatkan dia untuk “menyukai”, “menyayangi” dan “mencintai” sewajarnya. Biar gak sakit hati…meskipun dengan cara gua juga yang kadang “nyeleneh”..Hei..it’s work to me…So, apa salahnya kalau gua juga saranin ke orang lain kan?
Di sisi lain…sialnya…gua juga sedang mengharapkan “seseorang” untuk jadi “ibunya anak-anak” :p…
Jadi, salah kah daku????
NB: Ini adalah versi ke-2…versi ke-1 nya gagal di upload dan hilang…jadi ngetik lagi deh…dan…beda banget!!!
Ngelantur | Comments (4)