Tentang Perubahan

December 19th, 2005

“Kerja boleh Don, tapi jangan lupa nulis, udah dua kali ke warnet gak ada kemajuan…”. Begitu kata Dina lewat SMS mengomentari blog ini yang memang agak terbengkalai beberapa hari ini.

Memang, saya agak kaget dengan perubahan yang terjadi pada diri saya beberapa hari ini. Semuanya terasa sangat cepat, bahkan sebelum saya menyadarinya. Kadang dalam pikiran saya muncul berbagai pertanyaan. “Gua udah kerja, ya…?”…”Kok bisa ya…?” dll….yang jelas perubahan tersebut diikuti dengan berbagai macam kebingungan yang menyusul.

Implikasi dari semua itu adalah saya dituntut untuk bisa beradaptasi secepat mungkin. Sebelum ini, saya adalah orang yang “paling bebas”. Saya bisa menentukan kapan main, kapan makan, kapan belajar, kapan tidur, kapan ngehayal….seenaknya. Sekarang, tidak lagi. Banyak waktu yang harus terpakai pada saat kerja. 5 jam perjalanan bolak-balik Bogor - Jakarta, padahal saya bisa membuat dua tulisan dalam waktu selama itu. 8 Jam bekerja di kantor, itu normalnya, kalau nggak normal bisa lebih…itu artinya saya kehilangan banyak waktu untuk membaca dan memperhatikan fenomena-fenomena yang terjadi. Yang paling saya rasakan adalah saya mulai kehilangan minat membaca. Wah, GAWAT!!! 11 jam lagi, adalah waktu-waktu yang masih belum bisa saya atur, katakanlah tidur 5 jam, itu berarti ada 6 jam sisa yang sampai saat ini belum saya atur.

Hal lain adalah senjata saya, my lovely computer, saya tinggal di Bandung, di kost-an saya. Padahal, saya sering bisa menulis, justru di jam-jam dini hari dan di depan kompie. Pada saat hening. Ketika orang tertidur. Pada saat itu, ide-ide yang saya “endapkan” kerap kali bermunculan…kadang-kadang sangat sporadis, sehingga saya malah tidak tidur.

Meskipun saya sudah terbiasa dengan berbagai macam perubahan. Tapi, tetap saja selalu ada saat-saat dimana perlu adaptasi. Seperti sekarang, saya dituntut untuk bisa mengatur waktu saya agar tidak terlalu kelelahan. Mungkin saya perlu belajar dari Wahyu atau Thez nih…

Saya harus sering latihan ngedorong angkot, supaya kuat dorong-dorongan di kereta. Harus juga membiasakan untuk “mengeraskan” hati, karena banyaknya pengemis di kereta. Harus membiasakan dengerin celetukan-celetukan yang Asbun dari para penumpang lain dan para pedagang. Heran, teman-teman saya bisa kuat sampai 4 tahun di kondisi seperti itu.

Bagaimanapun. Itulah kehidupan. Siapa yang bisa menduga. Orang lain, mungkin heran, kenapa saya yang sudah lulus masih sering main ke kampus. Tapi, gara-gara itu, saya dapat pekerjaan sekarang. Sampai suatu waktu saya melihat sebuah pengumuman lowongan kerja. Siapapun tidak akan menduga. Hanya yang saya ingat, seorang pengangguran, memang sebaiknya jangan diam saja. Harus selalu bergerak. Silaturahmi. Jalan-jalan. Main. Apa saja yang bisa dilakukan, lakukan! Apa yang bisa dikerjakan, kerjakan! Meskipun hanya sekedar menyeberangkan seorang nenek, meskipun hanya tersenyum pada orang lain, meskipun hanya sekedar ngebantuin ngecat rumah teman. Bisa jadi, rezeki kita melalui mereka.

Tentang perubahan ini, bagaimanapun saya lah yang menentukan akan survive atau tidak. Karena saya lah yang merasakan dan menjalani setiap perubahan dalam hidup ini. Yang lain…siapa kamu???

NB : Nulis sambil nyuri-nyuri waktu kerja….

Gedung Gajah, 201005. 11.02.




3 Responses to “Tentang Perubahan”

  1.   HeRdyAN on December 21, 2005 7:45 pm

    Huahahaha…welcome di dunia kerja bro…lebih tepatnya dunia kerja di jakarta…hehehe..lebih spesifiknya lagi…dunia kerja di jakarta dengan naek kereta…hahaha…pastinya yg lu rasain sama ma gw,berangkat pagi,pulang malem. Btw naek kereta jam berapa lu? koq ga pernah ketemu? Boleh neh ajarin gw java n oracle…

  2.   Catur on December 22, 2005 7:22 am

    Whahahaha, akhirnya si akang sendal jepit udah gawe juga, selamet2 di JKT pula

    sarua ey don, chatoer juga merasa ha yg sama. waktu jadi terasa cepat, pergi pagi pulang sore atau magrib, tiap hari begitu aj, tp emang itulah don, kalo udah masuk dunia ‘antah berantah’ (taken from budhi irawan)

  3.   Donny on December 25, 2005 6:13 pm

    Yoi nih friends…gua sampai perlu 2 hari untuk recovery badan gua…gak sampai 100% sih…cuma sampai 80%….

    Jadi, pada ngerti kan gimana ortu kita nyari duit?????

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind