Change

December 16th, 2005

Wadaw!  Hidup saya berubah hanya dalam waktu satu minggu.  Hari Kamis yang lalu, tanggal 8 Desember 2005, saya dapat selebaran lowongan kerja ketika saya silaturahmi ke Senat Mahasiswa Unikom, status saya masih sebagai Freelance…maklum, gak mau disebut pengangguran banget…Hari Jum’at-nya, saya berencana untuk kirim CV lewat Email, tapi alamat emailnya lupa.  Hari Sabtu, saya kirim CV, dan nothong to lose aja…Hari Minggu, jarang-jarang saya mau jalan-jalan lihat-lihat Gasibu di Pagi Hari, itu juga diajakin Heru…kebayang dong Gasibu di Minggu pagi kayak apa…Hari Senin, saya masih menyempatkan  nyewa VCD 5 buah, salah satunya Janji Joni (Nicholas Saputra dan Mariana Renatha)…Hari Selasa Pagi, HP saya berbunyi…nomor Jakarta…
"Pak Donny, bisa datang besok Jam 1 Siang untuk Interview..?"…
"Oh…Bisa, Pak…"
"Ok..Saya tunggu ya Pak Donny…?!"
"Baik Pak…"
Hmmm…saya harus membiasakan dengan panggilan "Pak" nih…
Sebentar, ada perasaan aneh di hati saya…kok, tiba-tiba jadi sedih yah??  Sedih karena mau ninggalin Bandung…Kata saya,"Ru, gua ke-pede-an banget diterima yah…?", pada Heru yang sudah beberapa hari menginap di kost-an. 
"Ru, Gua harus berangkat sekarang, lusa (Kamis), Insya Allah gua balik lagi, soalnya ada acara di DT, kalau gua datang dengan tampang sedih, berarti gua diterima, kalo seneng, berarti gua gak diterima…", Kata saya.
"Lho…Kok gitu? Orang yang aneh…", Kata Heru.
"Gua males aja ninggalin Bandung, pengennya sih kerja di sini…padahal gua cuma nyoba aja masukin CV…", karena seingat saya, itu adalah CV pertama yang saya kirim setelah dapat Ijazah.
"Justru yang nyoba-nyoba yang sering beruntung…", ceuk Heru.
So…hari itu (Selasa), saya langsung pulang ke Bogor…naik bis Sinar Pasundan…dalam perjalanan, sempet bikin puisi, cieeeee, judulnya "Puisi Naif seorang Lelaki Naif"…kata-kata Naif-nya tercetus begitu aja…mungkin karena saya lagi keedanan nyari buku "Filosofi Naif"-nya Mr. Onno W. Purbo…gak dapet-dapet.
Di DSE Cipanas, Cianjur…Bis tersebut berhenti dan meng-over kan ke bis lain, karena sejak awal memang saya rasakan bermasalah…pantes Nona Tita kayak yang benci banget sama Bis Bandung-Bogor…tadinya, saya pikir…"kayaknya jalan kaki aja ke Puncak seru juga", sebab dari DSE ke Puncak memang tidak terlalu jauh, hanya kira-kira 10 KM..DziG!! Gak Jauh??!
Lagipula, saya kan memang pengen banget nyoba jalan kaki kayak gitu…tapi, berhubung waktu sudah sore dan besok harus di Interview, sementara Ortu sudah menunggu di rumah, akhirnya saya memutuskan naik "ELF"…hanya berempat penumpangnya…wuih, asyik banget.
Di Cisarua, tepat di pasarnya…tiba-tiba Mogok!  Dzig! Lagi…???!!!! "Wah, Bensin nya habis…", kata Sopir-nya.  Waduh!! Kok bisa lupa ngisi bensin sih….???  Kata bapak yang bareng saya…"Biasanya saya naik kereta ke Bogor, tapi sekarang saya nyoba naik Bis…kok kayak gini jadinya, ya??"…Setelah beli bensin 3 botol…akhirnya, mobil tersebut jalan lagi…singkatnya, saya sampai ke Bogor….
Hari Rabu, saya perkirakan perjalanan 2,5 jam, jadi saya berangkat dari rumah jam 10.30…baru sampai Istana Bogor…HP saya bergetar, maklum di silent…
"Assalamu’alaikum…"
"Waalaikum salam…", kata lawan bicara saya.
"Kang Donny…", tanyanya.
"Iya…"
"Ini Hasan, tanggal 16, 17 dan 18 bisa ngisi Sanlat ?"
"Insya ALLAH, bisa!"
"Kalau begitu, ditunggu jam 1 yah…"
"Kapan? Hari ini…?"
"Iya…TOT nya sekarang…"
"Wah..gak bisa, saya lagi di Bogor…"
"Jadi, gimana dong…"
"Ya, udah, gapapa…ke yang lain aja, soalnya kondisinya juga memang tidak memungkinkan…", kata saya.
"Ya, udah…Assalamu’alaikum.."
"Waalaikumsalam…"
Yaaahhhh…bukan rezeki saya…padahal, saya tunggu-tunggu tuh!!  Bukan karena uang-nya, tapi karena kesempatannya…
Sampai ke TEBET, jam 12.30…celingak-celinguk…naik apa ya???
Akhirnya…naik ojek aja…5000 aja!!!
Sampai di perusahaan tersebut, langsung disambut dengan Interview, 2 sesi….
Sesi pertama, ditanya tentang segala hal yang berhubungan diri saya…termasuk juga, "Seberapa kreatifkah Anda..?"…nah loh, pertanyaan ini yang sering bikin saya bingung!!  Kalau ukuran kreatif adalah "membuat" sesuatu…betapa tidak kreatifnya diriku!!  Akhirnya, saya jawab…"Kalau menurut saya, kreativitas seseorang, tergantung skill orang tersebut…semakin ber-skill…semakin kreatif biasanya…"…ketika ditanya, "pernah buat apa saja…?"….saya malah jawab,"kalau buat sesuatu, jarang…tapi kalau menulis, saya sering…", "Pernah di Publish??", "Pernah, di majalah kampus dan yang paling banyak di blog saya…"…Well, betapa banyak ide-ide berserakan di kepala ini…tapi, aplikasinya yang sulit…kebanyakan proyek mahal!!! Andai seperti itu bisa disebut kreatif, tentu akan saya jawab…Dan pertanyaan terakhir…"Menurut anda, berapa jumlah lampu pijar di Indonesia…??"  Hah?! Saya kaget sebetulnya dengan pertanyaan tersebut…boro-boro kepikiran..,Andai bisa jawab seperti ini,"Emang saya tukang lampu apa???"…tapi…"Sekitar 200 juta lampu…", "mengapa Anda berpikir begitu…?", "Saya perkirakan, ada sekitar 40 juta KK di Indonesia, itu berarti sama dengan 40 juta rumah…kalau misalkan kita rata-ratakan tiap rumah memiliki 5 lampu pijar…kalikan saja dengan jumlah rumah…", "Anda dapat darimana data tersebut..?", "Itu kan menurut perkiraan saya, tidak darimana-mana…Bapak kan nanyanya, menurut saya…"…Sebetulnya, saya kelupaan dengan lampu pijar yang di mobil, motor, di pabriknya dan di toko-toko…entah apa yang ada dipikiran si penanya.
Sesi kedua, hanya ditanya pengalaman saya di dunia programming…saya ceritakan saja apa adanya…
Saya harus menghadap lagi besoknya…itu berarti, saya harus menggagalkan acara saya yang di DT!! Arrrrgggghhhh…
Hari kamis, saya diInterview lagi…kali ini, tentang gaji…itu, berarti saya sudah diterima…dan, hanya 75% dari gaji yang saya harapkan…saya sadar, ternyata saya harus belajar lagi ber-negosiasi…payah banget!!! "Besok, udah bisa kerja…??"…"Senin, aja gimana, pak??"…"Besok aja lah…"…"Hmm..ya, udah!!"…See?? Payah banget kan negosiasi saya…itu berarti, Jum’at saya harus datang dan mulai kerja…
Semuanya diluar perkiraan saya…bikin rencana dan jadwal saya berantakan!
Well, saya dah kerja sekarang…itu berarti, saya kehilangan 50% bahkan bisa sampai 80% kebebasan saya!!!  Ugh!!  Yang pasti, semalaman, saya ngerasa sedih…tiba-tiba saja segala hal tentang Bandung dan aktivitas rutin saya di Bandung…melayang-layang di otak saya…Diskusi di Birama, MPI minggu pagi, Lari pagi di Sabuga, Jumatan di Salman dan pulangnya jalan kaki melewati ITB, jalan kaki di DU, Warnet, Singkong goreng Monumen, DT, FC, keliling-keliling Bandung, jalan kaki malam-malam sendirian, nongkrongin Gramedia…huh!!
Hari pertama kerja, cukup berkesan…mungkin saya akan merasa betah…seperti dejavu…wajah-wajah rekan kerja saya, seperti sudah familiar…berdasarkan pengalaman saya, kalau sudah begitu, biasanya saya bisa "survive"…sama halnya ketika saya pertama kali kuliah, Birama, SSG, FC, termasuk juga teman-teman dekat saya merupakan orang-orang yang "seperti pernah saya kenal…"
Saya diperkenalkan dengan software yang mereka kembangkan…manual book nya, diagram data, source code dan software-nya sendiri…seharian saya belajar!!  Untuk software-nya, sudah terbayang di kepala saya…tapi, untuk source code dan DFD-nya…waduh!!  Selama ini, saya berhadapan dengan suatu database yang berjumlah paling banyak 10 Entitas, dan biasanya saya mudah memetakan aliran datanya dikepala saya.  Tapi, sekarang, saya dihadapkan dengan database dengan jumlah Entitas mencapai 40…gila aja!!  Boro-boro terpetakan, melihatnya saja sudah eneg!  Selain itu, saya juga biasa membuat software dengan jumlah form yang seminimal mungkin…sekarang, saya harus berhadapan dengan jumlah form yang mencapai 100!! Hiks!!  Selain itu, program tersebut adalah buatan orang lain…sesuatu yang paling saya hindari!  Bagaimana tidak, saya harus "membaca" code-code yang jumlahnya ribuan baris…dan belum tentu logika saya "nyambung" dengan logika yang buat!  Bisa jadi logika saya lebih sederhana, atau sebaliknya…
Tapi, tantangan!!! Saya seperti anak baru ngerti IT disana…bener-bener blank!  weleh-weleh…Saya harus belajar Java dan Oracle…

Untungnya, perusahaan saya tidak terlalu ketat dengan jadwal kerja…fleksibel…disesuaikan dengan jiwa para programmer yang memang tidak bisa "dipaksa"…tidak mengikuti jadwal 9 to 5…yang penting pekerjaan selesai…mudah-mudahan saya juga bisa "memanfaatkan" hal tersebut untuk pemenuhan jadwal FC di DT yang setiap hari kamis, dua minggu sekali…

Saya jadi orang yang tepat waktu dan rapi, hanya dalam satu minggu…beda banget dengan saya yang doyan ngaret, dan cuek!!!  kayak yang aneh!!  Saya mengalami banyak hal yang serba pertama…

Akhirnya, saya "terpaksa" kerja di Jakarta, termakan ucapan sendiri juga…kadang kita perlu kompromi dengan segala hal…saya pun, pada akhirnya memang harus berkompromi…tapi saya berjanji untuk kembali lagi ke Bandung suatu saat…menjemput seseorang kah???  Nggak tau atuh ya….

NB : TUh, lagi-lagi…gak sesuai ama yang di otak!! Loncat-loncat gitu….
MPI (Majelis Percikan Iman), FC(Fasilitator Club), DFD(Data Flow Diagram), DT(Daarut Tauhiid), TOT(Training Orientasi Trainer), DSE(Dago Stock Export)…dago pindah ke cipanas ya???!!

DipatiUkur, 0:52, 171205.




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind