A Brief story of Lebaran, Episode 2
Episode :Jepang, Mogok Makan, Wanita dan Futsal
Sehari setelah lebaran, Orang Tua saya berangkat ke Jepang. Alhamdulillah, mereka dapat rezeki, jadi bisa berangkat gratisan, soalnya yang bayar perusahaan Ayah saya. Kalau pake duit sendiri, belum sanggup. Tahun-tahun sebelumnya, mereka pergi ke Thailand, Malaysia, Singapura, Hongkong dan China. Semuanya Gratis. Tahun depan rencananya, Insya Allah, ke Eropa. Padahal, mana pernah kepikiran untuk jalan-jalan seperti itu.Tadinya, untuk yang ke Jepang ini, Ayah saya dan saya yang rencananya berangkat. Tapi, karena yang pertama kali terdaftar nama Ibu saya, ketika dikonfirmasi untuk diganti, tidak bisa, karena datanya sudah masuk, dan tidak bisa diganti. Hiks! Yah, gagal deh jalan-jalan ke Jepang. Padahal pengen banget tuh lihat negeri orang lain. Belum rezeki saya. Tapi, tahun depan yang ke Eropa, insya Allah, saya yang berangkat. AMIN!!!!!
Dari pengalaman Orang Tua saya, saya jadi tahu karakteristik orang Jepang. Workaholic, sulit mempercayai orang lain, tepat waktu dan sangat menghargai waktu, jujur, nasionalis dan individualis, menghargai ilmu pengetahuan. Beberapa hal yang orang tua saya ceritakan, menunjukkan hal tersebut. Banyak orang tua yang meninggal di dalam rumah, dan tidak ada yang mengetahuinya. Anak berusia 15 tahun sudah lepas dari tanggung jawab orang tua. Semangka dan Melon kotak. Hah?? Amerika yang mengemis untuk bisa memasukkan daging eksportnya ke Jepang. Saya juga jadi ingat, waktu teman cerita tentang pembangunan Fakultas MIPA-UPI, yang merupakan sumbangan Jepang. Semuanya dikerjakan oleh orang Jepang, tidak ada satupun yang dipercayakan kepada orang Indonesia. Saking tidak percaya. Walah!! Buat mereka, tidak ada barang yang melebihi kualitas barang Jepang. Petani di bayar mahal.
Bandingkan dengan Indonesia. Yakult, yang ternyata penemuan orang Indonesia, kini di hak paten sama Jepang. Karena, penemuan tersebut tidak "diakui" di Indonesia. Kita, mana pernah bangga dengan barang buatan Indonesia. Petani, duh kasihan kalau melihat nasib mereka. Ilmuwan kita yang banyak putus asa. Teknologi kita?? Jangan tanya….
Wajar, kalau kemudian Ibu saya bilang, "Suka pengen marah kalau habis dari luar negeri, lihat kondisi Indonesia. Padahal Indonesia tuh lebih kaya.", Atau Ayah saya bilang,"Mau deh sekali-kali di pimpin sama pemerintah Jepang sekarang.", Atau orang Jepang sendiri yang bilang,"Kami, orang Jepang, menganggap kalau agama orang Indonesia itu agama yang sesat, karena membiarkan orang-orang miskin di jalanan." Waduh, sampai segitunya.
Satu hal yang orang Jepang takuti. Teroris. Konon, bandara di Jepang pernah heboh sewaktu seorang turis mengatakan, "I’m Guitarist"…Hihihi…cuma karena "-ris" nya sama.
Selama seminggu mereka di Jepang, nenek saya tinggal di Rumah. Beliau juga yang masak. Tapi, mungkin beliau gak tau selera keluarga, terutama saya, masakan yang beliau buat, gak ada satu pun yang saya makan. Saya memang rada bermasalah dengan makanan. Saya lebih suka makan dengan garam saja, ketimbang makanan yang "aneh", tapi garamnya pake telor. Hehehe. Kasihan juga sih ngelihat nenek saya. Jadinya, banyak makanan yang terbuang, atau dimakan sendiri. Adik-adik saya juga sama. Bukan cuma orang tua, teman-teman saya juga sudah berkali-kali mengingatkan perihal masalah saya yang sangat atau terlalu selektif dengan makanan. Tapi, mau bagaimana lagi?? Lidah kan gak bisa dibohongi! Makanya, kalau saya berkunjung ke rumah teman atau saudara, yang paling saya takutkan adalah makanan. Takut tidak cocok. I hate milk, keju, daging sapi, daging kambing, sayur-sayuran atau makanan yang baru saya lihat, dan banyak lagi. Makanya badan saya kurus.
Daripada saya tidak makan, akhirnya saya masak sendiri. Goreng telor atau indomie atau indomie pake telor. Hehehe. Yah, cuma itu yang ada di rumah. Saat itu, saya benar-benar kangen masakan ibu saya. Beliau tahu betul selera saya.
Selama lebaran, saya seneng dengerin kaset Dewa Budjana, album Nusa Damai. Padahal album itu udah lama saya miliki. Tapi saat itu jadi suka banget dengernya. Pagi-Siang-Sore-Malam. Ada satu nomor yang sangat saya sukai, nomor Medley "Wanita - Trenggono". Musisi yang terlibat, Indra Lesmana (Digital Piano), Arie Ayunir (Drum), Bintang Indriyanto (Bass) dan Dewa Budjana (Gitar). Menarik mendengarkan lagu tersebut. Relaks, Romantis dan Lembut. Saya sampai me-rewind berkali-kali. Selain itu ada juga nomor "Bunga yang Hilang", duet Budjana dan Indra Lesmana. Nge-Jazz, tapi lembut, keren banget.
Aktivitas saya juga diisi dengan mencari Album lama GIGI, 2 X
2, sebab kaset saya hilang. Jadi, saya terpaksa nyari lagi. Soalnya, itu adalah salah satu album yang paling saya sukai. Paling keren. Apalagi di album tersebut, GIGI dibantu sama Billy Sheehan, dulunya pemain Bass Mr.Big. Full Experiment. Ternyata, saya cari di beberapa toko, udah gak ada. Katanya, album ini memang tidak di produksi lagi. Yaah…Saya jadi ingat waktu nyari album Awake (Dream Th eater), sampai satu tahun, ternyata saya dapat di pinggir jalan. Untungnya album-nya keren. Jadi gak sampai nyesel.
Aktivitas, lainnya. Baca buku, Maen PS, kumpul dengan Soccer Warrior, dan Futsal. Setelah cukup lama, akhirnya saya bisa maen Futsal lagi. Meskipun cuma 4 orang yang datang. Saya, EQ, Beller dan Yuswa. Awalnya sih sekitar 9 orang, tapi setengah jam menjelang main…"Don, sorry, harus kerja…", "Don, sorry, gak enak badan…", "Don, Sorry, masih di Jakarta…", "Don, Sorry, gak bisa…"….Yaaaaaaahhhhhhhh!!! Padahal, kapan lagi bisa ngumpul seperti itu?? Akhirnya, maennya digabung sama temen-temennya, EQ…berkahir dengan kekalahan dan Cedera!
Sehabis futsal di Gym IPB, diajak ke kebun-nya EQ, untuk bersih-bersih badan. Sekalian juga lihat-lihat penangkaran ikan lele punya EQ. Sayang, kebunnya tidak terurus. Saya ingat obrolan dengan Yuswa di sana…
Yuswa : "Gua pengen banget punya rumah kayak gini. Rumahnya sederhana, tapi halamannya luas".
Donny : "Iya, gua juga sama, pengen banget, rumahnya sih gak usah terlalu gede."
Yuswa : "Trus, anak-anak gua maen bola di halamannya, gua ama istri nonton mereka main, sambil bilang..’tuh, lihat anak-anak kita…’".
Donny : "hehehe…heu euh".
Hening…..
Habis dari sana, nengok Wahyu yang lagi di rawat di RS Salak. Demam Berdarah. Jadi inget waktu di RSHS. Tapi, saya ngeri juga lihat kondisi RS Salak. Kurang Higienis. Kucing yang masuk kamar pasien, kamar mandi yang kurang bersih, ruangan yang kurang luas…Tapi, untung Wahyu udah sembuh, terakhir SMS-an udah mulai kuliah dan kerja lagi. Syukurlah. Di salak, ketemu sama QQ dan Thez yang mau nengok juga, telat. Kami sudah mau pulang.
Kami ber-4, berpisah di depan SMUN 3. Mungkin baru tahun depan lagi kita ketemu, sekarang sih udah pada sibuk, susah ketemu. Well, I’ll Miss U, Guys!!
S3K3L04, 16:48, 23/11/05.
Photos by : Donny, except "2×2" cover album photo from www.geocities.com/sunsetstrip/pit/1070/gigi_albums.htm, and NusaDamai cover album photo from www.dewabudjana.com
Ngelantur |Leave a Reply