A Brief Story of Lebaran, Episode 1

November 23rd, 2005

Episode : Kisah Pemuda Linglung Merayakan Lebaran

29 Oktober 2005,
Setelah menyelesaikan beberapa tugas di Bandung, akhirnya saya mudik juga ke kampung halaman, Bogor, Kota Badai.  Segede itu disebut hujan ??  Selain memang sudah tidak ada lagi yang bisa saya kerjakan, saya juga sudah sangat merindukan rumah dan orang tua, serta berbagi cerita dengan mereka.

Dengan menumpang motor Heri, saya mudik ke Bogor, meskipun dengan kondisi badan yang hanya 50% fit.  Lumayan, bisa ngirit ongkos.  Apalagi tarif Bandung - Bogor termasuk sinting.  Siapapun mengatakan seperti itu.  Masing-masing dengan barang bawaannya.  Saya dengan tas gendong saya, Heri dengan tasnya.  Dan, BERAT!!  Kalau tas saya berat bukan karena terlalu banyak barang bawaan, tapi karena saya membawa beberapa buku yang lumayan tebel, diantaranya Madarijus Salikin, karya Ibnu Qayyim dan Citizen Soldier karya E. Ambrose.

Awalnya, saya dan Heri, sibuk masing-masing.  Heri sibuk nyetir, saya sibuk numpang dan was-was lihat speedometer.  Gimana gak deg-degan lihat speedometer sampai angka 100 km/jam??  Ternyata, jadi penumpang gak enak, selain was-was, badan juga lebih pegel daripada yang nyetir.  Tapi, kalau ingat bisa ngirit Rp. 35.000, bersyukur saja…Sampai daerah ciranjang, aktivitas kami hanya seperti itu saja.  Lalu, saya ingat kalau di tas saya ada kamera digital.  Aha!!  Saya keluarkan kamera itu dan…klik, jepret, ceklek…lumayan tuh banyak objek bagus.  Di motor, saya senyum-senyum sendiri, sambil lihat-lihat hasilnya, gak tau apa yang ada dipikiran Heri.  Sampai daerah Cianjur, kami istirahat di sebuah Masjid, sebab pas di Cianjur sudah masuk waktu Ashar.  Cuma Heri yang Shalat, sebab saya udah di jama’ di shalat dzuhur.  Waktu saya keluarkan kamera, dan memperlihatkan hasilnya, Heri komen…"Pantesan Lu kayak gak bisa diem gitu, gua kirain kenapa.."..Hehehe..Setelah Heri tahu, dia malah ngebantu dengan mengurangi kecepatan motor setiap ada objek yang bagus.  Tapi, ternyata aktivitas tersebut bisa mengalihkan perhatian saya dari rasa pegal dan sakit di seluruh badan.  Fun.  Sampai di Masjid At-Taawun, kami berhenti dulu, untuk merasakan suasana puncak…juga mengambil beberapa objek.  Perjalanan dilanjutkan sekitar pukul 17.00…Sampai kota Bogor beberapa menit menjelang adzan Maghrib.  Saya diantar sampai Terminal Baranang Siang, untuk kemudian berpisah…saya naik angkot 17, Heri ke Ciawi.  Sampai rumah…alamak…ancur betul badan awak!!  Panas, pusing dan…tidur!!

30 Oktober 2005,
Buka puasa bareng teman-teman SMA.  Soccer Warrior.  Masih dengan kondisi badan yang hanya sekitar 70% fit.  Janjian jam 4 sore di sekolah kami tercinta, SMAN 3 Bogor.  Sebelumnya, saya janjian sama Amy untuk nemenin dia ngambil mobil ibunya di Ancol, Jakarta, katanya masih takut kalau sendirian di Jalan Tol.  Tapi, kok bawanya sampai 120 KM/Jam sih??  Sampai di SMUN 3 tepat waktu, jam 4 sore…lebih sedikit sih…Ternyata yang datang belum banyak, baru Wahyu dan Ekky…yang lainnya, biasalah…

Pa300065

Sambil nunggu yang lain, ada bola basket…main shooting-shooting-an…sayang gak ada bola plastik…kalau ada, pasti deh…main bola!!  Satu-persatu mulai datang, Ucup, Beller, Agus, Kentung, Edi, Yuswa, Thez, QQ, Wendi…Beberapa personil gak datang dan gak jadi datang, Puji, Koit, Wika, Andre, Azhev, Heri, Moza, Obenk n The Gank…Mia katanya nyusul.

Pa300063

Setelah Adzan Maghrib, ta’jil, shalat…menentukan tempat…terpilih KFC tugu…berangkat…kok penuh…ya udah, Pangrango Plaza aja…Meskipun terpisah jadi 3 group waktu berangkat, tapi kumpul lagi di Pangrango Plaza lantai paling atas…Pesen makanan, meskipun awalnya pada bingung, akhirnya sepakat…KFC.  Yah, ayam goreng lagi…Hehehe…Sambil makan, apalagi kalau bukan ngobrol tentang aktivitas masing-masing, rencana masing-masing…saya? Ambil moment…Kata EKKy, "Aneh, dulu lu paling banyak di foto, sekarang lu jadi suka ngambilin foto…". Ih, gak tau aja dia…Setelah pada beres makan, Mia datang…yah, telat atuh Neng!!

Pa300112

Rencana selanjutnya, kembali ke SMUN 3…setelah di sana, ada yang langsung pulang, tapi kebanyakan sih ngobrol dulu…kebiasaan baru muncul, tiap ngumpul di SMUN3 malam-malam, pasti aja beli es krim, trus makannya bareng-bareng…Hehehe…Miss that Moment!! Trus…setelah agak malam…MARI PULANG!! MARILAH PULANG!!

1 November 2005,
Setelah istirahat satu hari karena badan masih gak enak, saya memutuskan untuk main ke Gramedia, sendirian aja.  Pengen lihat-lihat buku, siapa tahu ada yang bagus.  Ternyata…wah, entah kenapa, saya tuh jarang banget beli barang…tapi, kalau untuk buku…wuih, gak bisa ditahan!!  Apalagi kalau lagi banyak duit!!  Saya memang menyisihkan uang bulanan saya untuk buku, minimal satu buku per bulan…Setelah semua sisi rak buku dari berbagai bidang dijelajah, akhirnya saya memutuskan untuk membeli 3 buku dan 1 tabloid.  "Wajah Dunia Islam dari Bani Umayyah hingga Imperialisme Modern" karya DR. Muhammad Sayyid Al-Wakil, "Und Friede Auf Erdern! (Dan Damai di Bumi)" karya Karl May, "Cara Baru Mengasah Otak dengan Asyik" karya David Gamon, Ph.D dan Allen Bragdon, dan tabloid Komputer.  Total Rp. 180.000…hah??!!  Itu pun dengan perasaan masih kurang.  Karena masih banyak buku yang telah saya daftar yang belum terbeli.

Setelah itu, pulang.  Ternyata, di rumah saya melihat ada beberapa buku di kamar adik saya.  Diantaranya "Dunia yang dilipat" dan "Samurai"…Kalau saya tahu, pasti gak akan beli dulu…Akhirnya, saya pinjam novel "Samurai".  Hari-hari berikutnya diisi dengan membaca buku-buku ini, 3 buku bisa saya tamatkan…"Samurai", "Wajah Dunia Islam" dan "Sang Alkemis" karya Paulo Coelho yang saya beli beberapa hari kemudian. Hah??  Sementara "Dan Damai di Bumi", masih setengahnya, sedangkan Madarijus Salikin yang berat-berat saya bawa dari Bandung, belum sempat dibaca…Belum tamat semua, nambah lagi 2 koleksi buku, "End of Science" karya John Horgan dan Jurnal Al-Insan.  Itu pun masih dengan perasaan "ingin" memiliki lagi judul-judul buku yang lain.  Saya memang punya cita-cita untuk bikin perpustakaan pribadi dan taman bacaan…sayang belum kaya!!

2 November 2005,
Bisa jadi malam takbiran kali ini merupakan malam takbiran paling kocak.  Beberapa jam sebelum Ramadhan berakhir, saya dan beberapa orang Soccer Warrior janjian di rumah Eddy untuk…Maen PS!!  Cuma ber-5 yang datang, saya, Kentung, Agus, Thez dan Ucup.  Ucup pulang duluan.  Sebelum maghrib, saya minta diantar ke Plaza Jambu Dua untuk mengambil HP Ayah saya yang sedang di servis…Memasuki detik-detik akhir Ramadhan, HP bisa saya ambil, itupun mau tutup katanya…Untunglah!  Setelah berkeliling sebentar di PJD, saya, Thez, Agus, Eddy dan Kentung…memutuskan ke Donatello dulu sebelum makan, nganter Kentung nyari Sendal.  Setelah dari Donatello.  Nyari tempat makan…Tadinya mau yang di depan Donatello, tapi ada usul ke Bantarjati…ok, berangkat!! Tapi, kok…gak ada yang dagang?!  Setelah rembugan, Agus yang uring-uringan karena sudah kelaparan ngasih saran ke Malabar aja…ya udah, berangkat!!  Tapi, gak ada juga…Waduh!!  Eh, disekitar situ ada sate…coba kesana…Nasinya udah habis!! Walah!!  Kemana lagi dong??  Kita coba aja ke Bogor Permai…ternyata, lewat!!  Aduh, bisa mati di jalan nih, mau makan kok susah begini ya…!!  Harapan terakhir…Air Mancur!  Syukurlah bisa dapat, meskipun masih juga kebingungan nentuin tempat makannya, dan tempat yang terpilih adalah…Nasi Goreng!! Akhirnya…Nikmat juga bisa makan dengan cara seperti itu…Hihihi.  Kami baru bisa dapat makan sekitar jam 8 malam…

Setelah makan, balik lagi ke Rumah Eddy…lanjutin maen PS!  Sampai sekitar jam 10 malam…

3 November 2005,
Idul Fitri 1426 H.  Lebaran yang ke-2 kalinya di Bogor.  Biasanya ke Garut dan Sumedang.  Tapi, karena beberapa alasan, lebaran kali ini di Bogor saja.  Pake baju koko, berangkat sekitar jam 6 pagi…Ibu dan Adik yang perempuan duluan, si Bungsu bareng teman-temannya, saya dan Ayah belakangan.  Sampai lapangan…kok tumben banyak begitu??  setelah ngobrol-ngobrol, kenaikan BBM adalah alasan utama kenapa pada gak mudik…pantes!!  Setelah shalat Id, silaturahmi dengan para warga di komplek…tapi, kok, saya seperti alien sih? Asing sendiri…hanya beberapa wajah lama yang saya kenal…sisanya, saya gak kenal, bahkan baru lihat…sebagian memang orang-orang baru.

Lebaran kali ini, memang tidak terlalu istimewa, penuh dengan suasana keprihatinan…dalam beberapa kali saya ngobrol dengan kedua orang tua, saya pun bisa merasakan keprihatinan yang mereka rasakan.  Cerita ibu yang mendamaikan orang-orang "miskin" yang ingin mendapatkan uang 100.000.  Juga keheranan beliau terhadap masyarakat kita yang mau-maunya disebut miskin.  Dengan kondisi sekarang, siapa sih yang tidak mau uang 300.000 tanpa kerja?  Kekesalan ayah saya terhadap para pejabat-pejabat yang gak jelas kerjanya, tapi masih menuntut kenaikan uang operasional.  Banyak lagi yang kami bicarakan tentang kondisi masyarakat kita, polisi, DPR, teroris, sinetron, Islam dan lain-lain, termasuk juga perjodohan dan pernikahan…Heuheuheu…Saya baru tahu dari cerita ortu kalau ternyata banyak yang ingin "besanan" dengan mereka…Hihihi…Siapa sih yang gak mau punya besan sebaik mereka??  Waktu mereka konfirmasi ke saya dan minta pendapat saya, saya cuma bisa senyum-senyum aja, geli sendiri, dan bingung karena ternyata saya yang jadi objek pembicaraannya…Tuing!!

To Be Continued

S3K3L04, 23:00 - 01.21, 21-22/11/05.




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind