Catatan Seorang Lelaki Berusia 23 Tahun

September 10th, 2005

Di usia yang ke-23 ini, tidak banyak yang bisa saya banggakan sebetulnya.  Tidak ada prestasi yang benar-benar istimewa selama hidup saya.  Biasa-biasa saja.  Karena, saya punya cita-cita yang sederhana.  Hidup sederhana.  Itu saja.  Karena itulah, mungkin, saya tidak tumbuh menjadi orang yang ambisius.  Saya tidak pernah tertarik untuk memegang jabatan tinggi.  Terlebih menginginkannya. Walaupun beberapa kali, saya dicalonkan untuk memgang jabatan tertinggi di beberapa Organisasi yang saya ikuti. 

Meskipun, ketika SMA dulu, saya punya cita-cita menjadi seorang musisi hebat.  Bahkan, itulah salah satu alasan saya yang paling kuat untuk ‘kembali’ ke Bandung.  Namun, ternyata Allah mentakdirkan lain.

Tapi, dibalik ketidak-ambisius-an saya itu, saya juga punya cita-cita yang cukup ‘gila’ untuk ukuran hidup zaman sekarang.  Saya ingin seperti Marcopolo yang bisa mengelilingi dunia, seperti Alexander yang meng-ekspansi ‘dunia’ barat dan timur, seperti Jabal Tariq (Gibraltar) yang menaklukan Eropa, seperti Indiana Jones, atau McGyver…ya, saya ingin menjadi seorang petualang.  Mungkin, itu sebabnya saya menyukai film-film abad pertengahan, itu sebabnya saya tertarik dengan buku-buku tentang zaman-zaman kerajaan, meskipun sulit juga mencarinya.  Karena itulah, saya begitu menikmati film The Last Samurai, Alexander, Kingdom of Heaven, King Arthur, Sultan Saladin, Joan of Arc, Attila The Hun, Gladiator, atau Troy, bahkan Robin Hood, Indiana Jones dan Arround the World in 80 days.  Bahkan saya begitu menyukai Jejak Petualang, meskipun saya amat sangat jarang sekali menontonnya.  Tapi, entah kenapa saya kurang tertarik dengan film-film kerajaan di Indonesia ya? Entahlah, mungkin kemasannya kurang menarik…

Saya ingin ke Tibet, Mesir, India, Amazon, ke Pedalaman Eropa.  Saya ingin merasakan udara padang pasir arab.  Saya ingin melihat bekas-bekas peradaban Islam, Yunani, Romawi, Aztec atau China.

Imbasnya, dalam mencari pekerjaan pun, saya lebih menyukai pekerjaan yang "mobile", aktif dan dinamis.  Saya pernah merasakan "bekerja" di suatu kantor, dan saya merasa tidak nyaman, ngantuk dan terkungkung.  Saya lebih menyukai menjadi seorang surveyor daripada seorang supervisor, misalnya.  Saya begitu tergila-gila dengan dunia ber-petualang.  Saya amat menyukai dan ingin mengenal kebudayaan baru.

Bukankah dalam Islam, seorang musafir termasuk dalam golongan orang yang doanya pasti di-ijabah, yang memiliki keringanan dalam melakukan ibadah, boleh tayamum, boleh meng-qashar shalat, boleh tidak berpuasa…bahkan memiliki kedudukan yang mulia.

Namun, untuk sekarang, saya terpaksa meng-kambinghitam-kan peradaban dunia saat ini sebagai alasan buat saya untuk menyalahkan ketidakmungkinan saya melakukan itu semua.  Tentu saja, ketika abad pertengahan, tidak ada yang namanya VISA atau Passport, semua orang bebas untuk memasuki suatu wilayah baru, meskipun kendalanya adalah bahasa.  Setiap orang akan bebas diterima memasuki suatu wilayah, selama tidak untuk berperang.  Sejujurnya, saya begitu memimpikan hidup di zaman seperti itu, sehingga saya bisa bebas pergi kemana saja saya suka, mencari segala hal yang baru, yang membuat wawasan dan pengalaman saya bertambah.  Cukup dengan seekor kuda dan bekal, saya bisa mengelilingi dunia.

Satu lagi kambing hitam-nya adalah ketakutan yang ada pada diri saya untuk meninggalkan segala sesuatu yang saya miliki…

Saya masih ingat, saat teman-teman saya mentertawakan ketika saya mengatakan, "Kapan-kapan, gua mau dong jalan-jalan ke Padang, tapi jalan kaki dari sini (Bandung)"…:)

Di usia yang ke-23 ini, saya masih merepotkan orang tua.  Masih meminta sama orang tua.  Belum bisa memberikan sesuatu yang sangat istimewa, selain hanya berusaha untuk membuat mereka tidak kecewa.  Tidak kecewa pada saya, dan juga tidak kecewa terhadap diri mereka sendiri karena merasa ‘gagal’ memberikan yang terbaik untuk saya.  Hanya itu, yang bisa saya lakukan.

Di usia yang ke-23 ini, saya masih melakukan segala sesuatu secara setengah-setengah, malas, tidak optimal, banyak mengeluh…sehingga menyebabkan diri saya tidak berkembang.

Di usia yang ke-23 ini, tentu saja semakin banyak dosa yang saya lakukan.  Bersyukur, Allah masih menutup aib-aib saya.  Apa jadinya, jika setiap orang mengetahui setiap aib saya? Mungkin tidak ada satupun tempat yang bisa saya gunakan untuk "menyelamatkan" diri saya dari rasa malu.

Di usia yang ke-23 ini, saya malah lebih banyak menyombongkan diri, sehingga malah membuat diri saya semakin kerdil. 

Di usia yang ke-23 ini, saya malah lebih banyak melupakan orang lain, sehingga akhirnya saya pun dilupakan.

Di usia yang ke-23 ini, saya masih belum ‘dipertemukan’ dengan orang yang akan menjadi pendamping hidup saya.  Saya hanya meyakini, bahwa waktunya akan datang, di saat yang tepat, di tempat yang tepat dan sikon yang tepat…saya hanya harus sedikit bersabar saja. 

Di usia yang ke-23 ini, saya belum memiliki satu karya pun yang akan "mengabadikan" nama saya dalam sejarah dunia, dalam buku-buku, dan dalam lisan setiap manusia.

Di usia yang ke-23 ini, yang saya tahu, jatah hidup saya semakin pendek, sementara bekal yang saya miliki, saya rasakan, tidak cukup.  Satu-satunya harapan saya adalah DIA akan mengampuni saya.  Semoga.

S3K3L04…1 jam 41 menit setelah hari ulang tahun saya berakhir.

Catatan-catatan Kecil

September 6th, 2005

* Waduh, capek euy abis pindah kostan, hampir seharian beberes, pegel-pegel deh kaki…dulu di Sekeloa Timur no.38/152 C kamar 2.  Sekarang di Sekeloa Timur no.38/152 C kamar 4. ;p…Hihihihi. 

* Ceritanya mau hidup sehat, jadilah sekarang mengurangi makanan yang digoreng, beralih ke makanan yang dibakar dan direbus, seperti Indomie rebus, mie ayam, bakso dan siomay…Hehehee…sama aja atuh jang!!
(Terinspirasi dari cerita anaknya pak Amien Rais, siapa yah namanya?? lupa lagi!! )

* Beberapa hari lalu, Cak Nur, atau Nurcholish Majid meninggal dunia…Ketika di berita-berita, berduka cita…dalam hati gua, berkata "Alhamdulillah…!!", Don’t ask me why!!

* Malu bertanya, berputar-putar di jalan…Dasar kebiasaan! Tapi, teteeeppp ada pengalaman, tahu jalan baru, tahu tempat baru dan habis duit…Meskipun akhirnya datang ke acara nikahannya pas udah bubar…Buat Kang Agus dan Teh Leni…Barakallahu lakum wa baraka alaikum wa jama’a bainakuma fi khair.  (Semoga berkah Allah tetap untuk kalian, dan semoga berkah Allah ke atas kalian dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan). Kapan yah giliran saya??

* Sebuah sms masuk, dari Shanti…"AssWrWb.  Allahuma baariklana fii rajaba wa sya’ban wa balighna ramadhan. Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban dan pertemukan kami dengan bulan ramadhan, amin…" 04092005. 21.46…Jujur saja, gua udah kangen dengan bulan ramadhan.

* Kita kehilangan segalanya, justru ketika kita berharap dan meminta terlalu banyak.  Padahal, jika kita meminta secukupnya dan seperlunya saja, tidak akan membuat kita mati.  Merdekalah orang-orang yang selalu merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.

Ketika do’a (belum) terjawab

September 6th, 2005

Do’a pastinya adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup kita.  Dengan berdo’a, kita merasa seolah-olah bahwa Allah itu sangat dekat. Dengan do’a juga, kita seolah-olah memilki kekuatan.  Seorang tak ber-Tuhan pun, pasti punya do’a.  Bukankah sebuah harapan itu adalah do’a juga? Manusia mana sih yang tidak punya harapan? Karena itulah saya berfikir bahwa orang tak ber-Tuhan pun, memiliki do’a.

Tapi, sebanyak apa pun kita berdo’a, kita pasti mengetahui bahwa tidak semua do’a itu dijawab.  Menurut islam, do’a itu pasti dikabulkan, tapi ada yang langsung, ada yang ditunda, ada juga yang dijadikan sebagai penghapus dosa, atau jika tidak dikabulkan pun, itu karena do’a kita malah akan mencelakakan kita.  Wallahualam.  Kita tidak pernah tahu. 

Saya pun pernah mengalami, minimal dua jenis do’a yang dikabulkan, yang langsung dan yang ditunda.  Saya pernah berdo’a malam, besoknya do’a itu terkabul, persis sekali dengan apa yang saya minta.  Tapi, lebih banyak lagi do’a yang waktu dikabulkannya jauh dari waktu saya minta.  Ada yang sampai 4 tahun.  Jauh lebih banyak lagi do’a yang memang belum dikabulkan.

Yang terjadi, karena EGO kita, kita merasa bahwa do’a kita itu harus dijawab, karena menyangkut kebutuhan kita.  Padahal, kita sendiripun tidak pernah benar-benar mengetahui kebutuhan kita yang sesungguhnya.  Bahkan, kita sering menyalahkan dan marah kepada Allah karena do’a kita "tidak" dijawab, lebih dari itu, tidak percaya pada Allah.  Putus asa.

Tapi, sadarkah kita apabila semua do’a dikabulkan langsung?? Bayangkan jika semua orang meminta untuk rangking satu semua!  Bayangkan jika ada yang berdo’a agar kita mendapatkan kecelakaan!  Bayangkan jika Siti Nurhaliza "diminta" oleh seluruh fansnya!  Bayangkan jika semua orang meminta kaya!  Bayangkan jika semua penjudi berdo’a menang, rugi dong bandar! Jika semua do’a dikabulkan, orang akan malas.  Dan, dunia pasti kacau.

Rahasia dibalik "tidak" dikabulkannya do’a adalah menjaga agar kehidupan di dunia ini tetap seimbang, tetap utuh.  Selain itu, agar kita pun bekerja dan berusaha dengan optimal.  Ketika seorang gadis diperebutkan oleh 3 orang, tentu saja orang yang paling besar usahanya, yang akan mendapatkan gadis tersebut.  Meskipun tidak selalu seperti itu, kadang faktor lain berbicara.

Jadi, sebetulnya tidak ada alasan lagi buat kita untuk berkata, "Saya sudah berdo’a habis-habisan, tapi kenapa belum juga dikabulkan ? ".  Bisa jadi, karena kita memang tidak siap apabila do’a itu dikabulkan.  Bisa jadi, itulah cara Allah mendidik kita agar menjadi orang yang hebat.  Bisa jadi, karena Allah teramat sangat mencintai kita.  Wallahualam.  So, keep praying! Toh, tidak ada ruginya kita berdo’a.

———————————————————-
3 Desember 2004, sekitar pukul 15.30, Dipati Ukur.
Me  : "Kegiatan lu apa aja sih sekarang ?"
Her : "Berdo’a!! Gua sangat percaya dengan kekuatan Do’a"
Me  : "Ya..Gua juga"

Sebuah Fragmen Hidup yang kembali terlintas di kepala….
Ada yang masih inget ?? :)
———————————————————–

Sebuah ilham ketika berjalan kaki, LAGI!!
Sekeloa Timur, 692005. 0:08. 

Terindah

September 6th, 2005

Tahukah kamu pemandangan terindah ?

Ketika aku melihat wajah-wajah yang damai, berseri dan basah oleh air wudhlu,

Ketika aku melihat seseorang datang dengan dosanya yang menggunung, kemudian bersujud di atas sajadahnya, lalu berkata : “Ya ALLAH, ampuni aku”.

Ketika seorang anak bersandar di bahu ibunya, dan ibunya membelai wajahnya dengan penuh cinta.

Tahukah kamu pemandangan terindah ?

Ketika sepasang suami istri berjalan sambil berpegangan tangan, namun tidak ada satupun kata yang terucap.

Ketika seorang suami berbaring di atas pangkuan istrinya, namun tidak ada keluhan di wajah istrinya.

Ketika seorang istri tertidur dalam pelukan suaminya, dan suaminya melindungi istrinya.

Tahukah kamu pemandangan terindah ?

Ketika seorang guru memberi nasihat, dan murid-muridnya duduk mengelilingi guru tersebut untuk mendengarkan nasihatnya.

Ketika seseorang belajar dan mengajarkan Qur’an,

Ketika seorang ayah menceritakan sebuah dongeng, dan anaknya mendengarkan dengan seksama sampai tertidur lelap.

Tahukah kamu pemandangan terindah ?

Wanita-wanita yang menjaga dirinya dengan Hijab,

Orang-orang yang membawa Al-Qur’an dalam sakunya, dan membacanya di setiap kesempatan.

Tahukah kamu kata terindah ?

Ketika ibuku berkata : “Betapa bersabarnya ayahmu….”

Ketika ayahku berkata : “Betapa hebat dan tegarnya ibumu…”

Tahukah kamu kata terindah ?

Ketika seseorang berkata : “Maafkan aku….”

Dan tahukah kamu kata yang lebih indah dari itu ?

Ketika seseorang berkata : “Aku memaafkanmu, maafkan aku juga…”

Tahukah kamu kata terindah ?

Ketika seseorang berkata : “Itu salahku….”

Dan tahukah kamu kata yang lebih indah dari itu ?

Ketika seseorang berkata “ Tidak, itu bukan salahmu…Tapi, aku yang salah..”

Tahukah kamu kata terindah ?

Ketika seseorang mendapatkan ujian, kemudian berkata : “Inalillahi….”

Ketika seseorang mendapatkan pujian, kemudian dia berkata : “Alhamdulillah…”

Tahukah kamu pemandangan dan kata terindah ?

Ketika seseorang dalam keadaan sakaratul maut, dan kata terakhirnya adalah : “Laa Ilaha Ilallah!!”

Sebuah catatan menjelang 23 tahun,

Sekeloa, 2 September 2005.

Pelajaran Cinta, Episode 1

September 5th, 2005

Wadaw!!! Judulnya…

Seminggu ini, cukup melelahkan juga buat gua…Lima hari hidup kayak kalong, seru juga!! Malam gawe, siang tidur…sampai akhirnya pekerjaan kelar, gua tetep kayak kalong!! 

Saking banyaknya yang mau di tulis, ampe lupa…hihihi.  Ntar, gua nginget-nginget dulu…

Hari ini, gua dapat pelajaran lagi dari yang namanya CINTA!! Lagi??? Bukan tentang gua kok, tapi…bisa jadi tentang gua.  Ada satu pertanyaan di otak gua…Apa iya CINTA itu Destruktif??  Menurut gua, TIDAK!!  Bagaimanapun, CINTA haruslah konstruktif…kalo sudah "menghancurkan", bukan CINTA lagi namanya, tapi Nafsu.  CINTA yang sebenar-benarnya CINTA, tentunya akan menuntun ke arah yang "benar".  Memang tipis sih antara CINTA dan NAFSU.  Belum pernah gua denger CINTA atas nama NAFSU, yang ada NAFSU atas nama CINTA.

Cowok : " Kalau kamu cinta sama aku, buktikan dong!!"

Cewek : " Aku cinta sama kamu, tapi jangan sekarang, belum waktunya…"

Cowok : "Kalau gitu kamu gak cinta sama aku…"

Cewek : "Aku cinta sama kamu, beneran…tapi…"

Cowok : "Aku gak percaya…"

Cewek : "Ya, udah deh!! Aku mau kamu percaya…Sini, aku coba baju pengantinnya!!" …HEHEHEHE…harusnya yang ini mah gak perlu…

Kemudian…tebak sendirilah, gimana endingnya…biar yang baca juga kreatif! Hehehe…So, itukah CINTA? Memaksa? Kenyataan yang paling pahit, justru ketika kita tahu bahwa orang yang kita cintai tidak merasa nyaman dengan kita, bukan begitu ??

Seorang "adik", hari ini harus kabur ke kostan temen, cuma untuk menghindari orang yang bener-bener "CINTA" sama dia, bahkan katanya, dia rela ngelepasin Beasiswa Jerman dan JEpang gara-gara sang "adik" ini.  Aduh, jadi inget dosa baheula, euy!! dan katanya juga, si "adik" ini dah puluhan kali nolak. Hihihi…Gua pun sempet berkomentar, "Wah, Hebat tuh Cowok…Kuat mental gitu!!".  Tapi, lantas gua berfikir…Apakah dia memang hebat ??? Menurut gua, BODOH!!  Karena gua juga pernah seperti itu…Hehehe.  Seperti itukah CINTA? menurut gua, bukan!! itu mah NAFSU.  Gua pun pernah berfikir, "Dia adalah orang yang tepat", "Gua rela berkorban apa aja buat dia", "I Can’t Live Without Her"…wuidih, yang terakhir mah gak banget deh, gak gitu-gitu amat, biar rada dramatis aja.Hehehe.  Tapi, suatu saat, entah darimana datangnya…ada bisikian aneh "Lho, Emang dia siapa ?", "Sebandingkah apa yang udah gua lakukan dengan ngejar-ngejar dia?".  Kenyataannya, lebih banyak CINTA yang udah gua korbankan…Temen-temen, Ortu, Organisasi, udah puguh diri sendiri mah…So, itukah CINTA?? Sekali lagi, gua jawab, BUKAN!!  Itu mah NAFSU!!

Pernah juga gua berdoa…ya doa standar lah minta sama ALLAH untuk dikasih si dia. Hihihi…Tapi, kok gak ada jawaban dar ALLAH ? Bayangin aja gua kayak orang bego lagi nunggu turun kitab dari langit di depan gua…Hehehe.  Sehari, dua hari, seminggu, sebulan, tiga bulan…"Eh, lu tau si dia dah nikah minggu lalu?". TUING!! ALLAH, kenapa kau perlakukan aku seperti ini?? Hehehe…kenapa KAU tak menjawab doa’ku?  Gitu lah, ceritanya…Sampai suatu saat (lagi), ketika gua sedang jalan kaki, "Apa jadinya kalo semua do’a dikabulkan ?", yang kebayang ama gua, seorang Wanita diinginkan sama 5 orang, dan do’a ke-5-nya dikabulkan…Wuahahaha…Akhirnya, "Terima Kasih, ya ALLAH!!!". Itulah kenapa gua suka jalan kaki, banyak ilham, apalagi kalo tengah malam. Jadi keingetan film BRUCE The AL-MIGHTY, salah satu film yang menjawab kenapa tidak semua do’a dikabulkan…meskipun Yahudi banget.

Hmmm…Stop dulu tentang CINTA, bingung sih mau nulis apa lagi!!

Pelajaran lain, akhirnya gua mengerti gimana susahnya ngurus negara…Datangnya gak jauh-jauh, dari organisasi yang gua ikutin, PErs Mahasiswa…2 hari lalu, hitung-hitungan lagi tentang keuntungan yang bisa didapat…ternyata kecil!! cuma buat biaya operasional, itu juga karena mahasiswa yang masuk taun ini sedikit, harga dollar naek, so, percetakan ikut naek…akhirnya, "Naikkan aja harganya"…Hmmm, ntar dulu, ntar gimana kalo ada yg nanya, kita jawab apa? Perdebatan pun terjadi…Ada yang setuju, ada yang idem, ada yang diem, ada yang nolak juga, ada yang bengong…akhirnya, Dinaikkan!!  Tapi, siapa yang mau jelasin?? Dan, semua diem…sampai hari ini pun belum ada keputusan.

Setelah ditarik pelajaran dari sana, lalu dianalogikan dengan kondisi negara saat ini…gua mengerti gimana rasanya pemerintah menaikkan harga BBM, listrik,Telepon…Sumpah, gak enak!! Kalo gak naik, untung mah pasti dapet, tapi, ketika keuntungan itu tidak bisa "menghidupi" negara, mau apalagi? Belum lagi, masalah korupsi…Maka, dinaikkan adalah satu-satunya cara…Kalo gak, bisa kolaps.  Gua, bagaimanapun, tidak setuju dengan dinaikkan lagi BBM, dan gak ngedukung pemerintah.  Tapi, gua pun, untuk saat ini, gak berani lagi untuk menyalahkan pemerintah…Gua malah berfikir, kalo aja masang bom bukan suatu pelanggaran hukum, gua bakalan masang BOM di Monumen, Gasibu…supaya para pembalap-pembalap motor ilegal itu nyaho.  Dasar gak pake otak!! Udah tau BBM lagi kritis, eh di buang-buang…Gua lebih setuju yang di demo itu para pembalap ilegal itu, bukan pemerintah.

Bersambung…akibat warnetnya mahal, jadi gak puguh nulisnya…mau nulis di kost-an bawaannya tunduh and gak sempet…

Khayalku

September 5th, 2005

Setinggi bintang, malam tua
remang bersinar
melambai mesra
oh .. juwita dambaan jiwa

mungkinkah tercapai jua
cintaku khayalku
walau dinding yang membentang
diantara kita selebar samudera
membendung cita khayalku

kau juwita kurnia dewata
lembut bak sutera sejuk
bibirmu
oh .. terasa merasuk sukma

hatiku haus meronta
tuk menyunting duhai kau
juwita
setinggi bintang

From Album : Badai Pasti berlalu, Eros Djarot & Chrisye

Sedikit cerita, kenapa gua suka lagu ini….

Lagunya emang rada progressive, menurut gua…Gak tau kalo versi lamanya, tapi versi barunya yang dinyanyiin bareng Mbah Chrisye dan Tante Nicky Astria, di re-arrange sama Om Erwin Gutawa.  Musisi yang terlibat di lagu ini, selain si Om di Keyboard, juga ada Kang Thomas Ramdhan (Bass), Mas Ronald Fristianto (Drum) dan Bang Eddy Kemput (Gitar)…

Salah satu alasan kenapa gua suka lagu ini sebetulnya adalah karena ada sosok Ronald dan Thomas…Terutama sama permainan mereka semenjak di GIGI pas Album 3/4…Selain itu juga, karena emang musiknya amazing. inget!! musiknya, bukan lagunya.  Jarang aja dengerin chrisye dengan musik yang agak Progressive seperti itu, ditambah dengan sosok Lady Rocker…meskipun secara keseluruhan album tersebut emang EDAN!!! Selain Khayalku, gua juga suka Angin Malam, Matahari dan Pelangi…Liriknya sih gua gak terlalu "ngeh".  Untuk lagu ini, gua ngasih Bintang Lima deh…Meskipun lagu ini dah JADOOL banget!!!

Welcome, euy!!

September 5th, 2005

Buat temen-temen gua, Tita, Obenk, and MO…welkom deh di dunia blog, yang jelas gua bakalan sering-sering nengok tulisan kalian…kalo perlu, gua komentarin juga…itu pun kalo kalian mengijinkan…

Menulis adalah obat…ketika kita takut untuk mengungkapkan sesuatu, maka menulis adalah salah satu pelampiasan…gua tidak membatasi bahwa menulis hanya mengetik or menulis….melukis, menggambar, bikin lagu pun sebetulnya adalah aktivitas menulis…hanya medianya saja berbeda, ketika kata-kata tidak bisa terungkap, maka gambar bisa jadi adalah "kata-kata" kita…dengan menulis, minimal, kita gak jadi gila…konon para penulis adalah orang-orang yang paling sehat, secara ruhani tentunya…

Salah satu Jargon buat para penulis adalah…Publish or Perish!!!  Terkenal atau Musnah…So, buat temen-temen gua, selamat berkarya, selamat menulis…