MERDEKA!!!

August 18th, 2005

Toedjoeh Belas Agoestoes Tahoen Empat Lima

Itoelah Hari Kemerdekaan Kita

Lagu lama yang dah lama gak pernah gua denger or nyanyiin lagi, terakhir waktu kelas 3 SMU.  Indonesia, udah 60 tahun sekarang.  Kalo orang, udah mau mati, kalo untuk suatu negara, itu baru bayi. Tapi, kok Indonesia kayak yang mau mati ya??  Prihatin sebetulnya gua dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang, terutama mental generasi bangsa yang sekarang…orang tua juga mungkin prihatin ngelihat kondisi generasi gua sekarang!

Gua, merasa lebih beruntung hidup dengan generasi seangkatan gua, daripada dengan generasi anak-anak sekarang.  Gua masih merasakan suasana permainan-permainan anak-anak zaman baheula yang sederhana, tapi penuh tawa, penuh canda, ringan, murah dan hanya menggunakan peralatan yang ada di lingkungan sekitar aja seperti batu dan kayu, tapi di sana ada kebersamaan, semua orang, kaya miskin bisa ikutan main.  Ada kerinduan untuk itu lagi, dan gua gak pernah lagi nemuin di lingkungan anak2 sekarang, kecuali di beberapa daerah yang masih "tradisional"…sementara anak2 sekarang sudah kenal dengan PS (PlaySyaiton) yang kental dengan suasana persaingan, saling mengalahkan, bahkan saling membunuh, mahal pula! Imbasnya, anak2 sekarang males2! MAen ps kan tinggal duduk aja, untuk menang pun gak perlu capek.  Sementara, permainan zaman baheula, kudu kerja keras untuk menang…kadang harus sampai berdarah.  Memang, secara pisik, beberapa permainan tradisional kurang "manusiawi", tapi secara tidak langsung membentuk mental anak2 yang kuat.  Tapi, game2 PS, meskipun "Manusiawi", karena gak ada yg terluka…tapi menghancurkan mental!  Hancur mental, masih jauh lebih bahaya daripada hancur pisik.  Banyak pemimpin yang secara pisik cacat, tapi mental mereka kuat, dan mereka dikenang sebagai manusia-manusia tangguh.

Belum lagi pengaruh sinetron yang gak jelas tujuannya apa, udah gitu ditakut-takutin pula sama acara-acara setan yang makin bikin ancur mental.  Wah, TOBAT deh gua!  Ini bikin tugas gua nanti, kalo dikasih kesempatan untuk punya anak, menjadi punya tugas yang jauh lebih berat untuk mendidik anak. 

Beberapa saat lalu, gua sampai geleng2 kepala, ngedenger beberapa anak2 yang bunuh diri, ada yang mati, ada yang nggak, tapi cacat mental.  Sampai sejauh itu anak2 berfikir? Suatu saat, akan ada anak-anak yang berfikir untuk membunuh orangtuanya. Mengerikan!! Belum lama, di kostan gua, ada anak kecil, sekitar 7-8 tahun yang tidur karena kabur dari rumah orang tuanya, hanya karena di damprat dan dimarahi orangtuanya.  Gua gak tau persis kejadiannya seperti apa, tapi kejadian seperti itu, semestinya tidak boleh terjadi.  Bagaimana mungkin, suatu bangsa bisa berdiri kokoh jika dibentuk dari orang-orang yang bermental pendendam??

Gua, masih merasa beruntung, pernah menikmati saat-saat di mana orang tua membacakan atau menceritakan sebuah dongeng yang penuh nilai moral.  Dimana secara mental, cerita-cerita tersebut sangat berpengaruh terhadap gua.  Sementara, anak-anak sekarang semakin sulit mendapatkan orangtuanya menyempatkan diri untuk sebentar saja mendongeng…padahal, yang paling gua ingat adalah saat-saat dimana orangtua gua bercerita atau mendongeng. Now, i realized how lucky me!!

Seharusnya, anak2 lebih merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya…dimana mereka tidak merasa tertekan untuk berfikir bagaimana caranya mencari uang, bagaimana membayar sekolah, bagaimana bisa makan hari ini?? Seharusnya mereka bebas bermain, karena anak-anak tumbuh untuk bermain, bukan bekerja. Sedangkan, sekolah pun, lebih tidak membentuk anak-anak untuk menjadi manusia seutuhnya…gua bingung, anak kelas 1 SD udah dibebani PR seabrek dan kewajiban beli buku, padahal anak2 seumuran itu, jiwa mainnya lebih besar…Pantes anak-anak sekarang stress!!! Hah?!!




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind