Malaikatisme Preman

August 23rd, 2005

Disekeliling kita, entah kita sadari atau tidak, ternyata masih banyak orang-orang yang berhati mulia dengan "bungkus" yang tidak menampakkan kemuliaan mereka…mereka, bisa jadi berpakaian seperti preman, celana jeans belel, sobek, rambut gondrong awut-awutan, tampang yang gak bisa disebut ganteng…tapi, hati mereka sering kali lebih mulia daripada mereka yang berpakaian rapi, pakai jas, ganteng, atau bahkan yang berpakaian seperti ustadz.

Hari ini saya menemukan "mereka", setelah sekian lama saya baru menyadari kemuliaan hati mereka…setidaknya untuk hari ini, entah untuk esok atau lusa.  Sahabat-sahabat, yang karena kebodohan saya, selalu saya underestimate-i…memang, untuk shalat mereka masih rada susah…kebayang kalo mereka udah rajin shalat seperti apa…

Tiga jam saya ngobrol dengan mereka di pinggir jalan Dipati ukur, depan kampus saya…banyak hal yang diobrolin, dari pengalaman mereka di dunia jurnalistik dan kewartawanan, tentang uang, politik, cinta…saya tidak banyak bicara, selain hanya opini-opini yang saya berikan, selebihnya saya lebih banyak mendengar…dan terkagum-kagum…gak nyangka!!  Bahkan, mereka adalah orang-orang yang setia terhadap orang-orang yang mereka cintai…meksipun ada kesempatan untuk selingkuh, mereka menolaknya.

Hal yang sebaliknya, terjadi terhadap teman saya yang lain…mulai dari hancur reputasi karena "kelakuan" sendiri, niat yang tidak baik, idelisme yang dikorbankan.  Bahkan, selama ini saya selalu mengagumi dia, gak sampai berlebih-lebihan sih, hanya pengakuan saja dari diri saya sendiri, karena untuk beberapa hal…dia lebih unggul.  Dia, ganteng, bertampang intelek, selalu rapi…Namun, sekarang, saya mulai kehilangan respek terhadap dia.

Semuanya, karena uang…untuk beberapa minggu ini, saya cukup dipusingkan dengan urusan uang…Memang benar, untuk mengetahui tabiat seseorang, salah satunya adalah apabila berurusan dengan uang.  Ada yang menggunakan uang untuk tujuan mulia, meskipun baru niat, setidak-tidaknya punya niat…tapi ada juga yang menggunakan uang untuk "menindas".

Uang memang bisa merubah tabiat seseorang…suatu saat seseorang bisa "galak" terhadap orang-orang yang korupsi, tapi ketika dia pada posisi yang sama, maka dia yang jadi korupsi dan balik galak sama orang-orang yang "galak"…

Saya pernah punya jargon : "I Hate Money, But, (Damned) I Need It"…Ya, mau bagaimana lagi ? Saya benci pada uang, bukan karena saya tidak menyukai uang…tapi saya benci karena uang bisa membuat manusia saling menghancurkan.

Hal yang paling saya takutkan adalah ketika diri saya "dikuasai" oleh uang…Mudah-mudahan saja, yang terjadi adalah sebaliknya, uang yang saya "kuasai"…

NB : Untuk para "malaikat" berbaju preman yang saya temukan hari ini….




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind