Contemplation
Tuhan, untuk sebagian kita, masih menjadi suatu misteri…apakah DIA ada atau tidak…?? Lama saya berpikir untuk "membuktikan" bahwa Tuhan memang ada…Saya tidak menggunakan dalil-dalil dari Al-Qur’an atau Hadits, terlebih-lebih kitab-kitab suci lain yang tidak pernah saya baca…Bagaimana mungkin bisa meyakinkan seseorang dengan firman Tuhan kepada orang-orang yang tidak percaya Tuhan ?
Kepercayaan terhadap Tuhan, akan berimplikasi juga terhadap kepercayaan terhadap hari akhir, kiamat atau alam akhirat…Bagaimanapun, salah satu doktrin setiap agama adalah "Life After Death", "Hidup setelah Mati"…Pada saat itu, manusia akan terbagi ke dalam 2 kelompok, kelompok yang beruntung dan kelompok yang rugi…yang beruntung akan merasakan berbagai macam keindahan dan kenikmatan hidup melebihi kehidupan di dunia ini, itulah yang dinamakan surga. Sedangkan yang rugi, akan merasakan siksaan yang abadi dalam api yang menyala-nyala, itulah yang dinamakan neraka.
Agama saya, ISLAM, membuka pintu surga sebanyak-banyaknya melalui berbagai macam cara dan jalan, begitu juga pintu yang sama banyak untuk neraka. Satu-satunya jalan yang "pasti" akan menyelamatkan dari neraka adalah kesaksian kita bahwa "Tidak Ada Tuhan Selain ALLAH". Begitulah salah satu doktrin dalam islam…Entah dengan agama lain.
Orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan, berpikir bahwa, tidak akan ada hari kiamat, tidak ada siksa kubur, tidak ada surga atau neraka…kalo kita mati, ya sudah, kita musnah…dan selamanya kita tidak akan hidup lagi…Jadi, percuma saja kita beribadah, buang-buang waktu saja, toh kita akan mati selamanya…Dunia ini pun, terjadi dengan sendirinya, tidak ada yang menciptakan…semuanya terjadi begitu saja, semuanya hanya lah fenomena alam…Kalo memang Tuhan itu ada, mengapa DIA membiarkan kejahatan merajalela ? … Begitu pemikiran-pemikiran orang yang tidak percaya terhadap Tuhan, yang pernah saya baca.
Lama saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu dan mencoba mencari jawabannya. Meskipun saya temukan jawabannya pada Al-Qur’an, namun saya lebih merasa puas dengan yang saya temukan melalui pendekatan logika waktu saya jalan kaki…
Manusia yang beragama, yang seumur hidupnya beribadah, contoh shalat lima kali dalam sehari. Pada saat matinya…apabila memang benar ternyata Tuhan tidak ada, tidak ada kiamat, tidak ada siksa kubur…tentu saja tidak pernah akan merasakan "penyesalan". Bagaimana mungkin, orang yang mati selamanya, akan merasakan "menyesal" ? Dia, tidak akan menyesal dengan ibadah-ibadah yang pernah dilakukan, tidak akan menyesal pernah shalat, tidak akan menyesal pernah puasa Ramadhan…Toh, mati selamanya…Tapi, setidaknya, mereka hidup dalam jalan yang penuh kebaikan. Karena, agama menuntut setiap orang untuk berbuat baik…
Lalu, bagaimana jika orang yang tidak percaya Tuhan, mati…dan ternyata Tuhan Ada, Kiamat Ada…Jawaban Apa yang akan diberikan apabila menghadapi pertanyaan dari Tuhan, "Mengapa kau tidak Mempercayai adanya AKU ?". Maka, ketika itu, siapakah yang menyesal ? Yang percaya Tuhan atau yang Tidak percaya Tuhan ?
Handphone, tv, radio, mobil, robot…adalah benda-benda yang manusia "ciptakan". Setiap benda yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada satupun yang pernah kita saksikan terjadi dengan sendirinya…Lalu, bagaimana mungkin manusia, bumi dan alam semesta terjadi dengan sendirinya ? Percayakah kita kalo saya katakan kalo tulisan ini terjadi dengan sendirinya ? Atau, HP yang saya gunakan terbentuk dari benda-benda yang berserakan di kamar saya, dan membentuk HP dengan sendirinya ? Percaya?
Jika dulu, bumi dan alam semesta ini terjadi dengan sendirinya, mengapa sekarang fenomena itu berhenti ? Seharusnya, banyak benda-benda yang terjadi dengan sendirinya..
Manusia, terdiri dari dua unsur, jasad dan roh. Jika salah satu unsurnya saja hilang, maka bukan manusia namanya…apabila roh tidak ada, maka manusia mati. Lalu, apakah yang bisa dijelaskan oleh orang-orang yang tidak berTuhan mengenai fenomena kematian ? Apakah akan dikatakan juga, bahwa roh tidak ada dalam diri manusia ?
Orang yang berTuhan, akan "merasa" hidupnya ada yang mengawasi, meskipun tidak selalu. Hal itu, berpengaruh terhadap kehidupan pribadi dan sosial. Mereka akan berusaha untuk mendapatkan "perhatian" Tuhan dengan berusaha mengikuti setiap perintah dan menjauhi larangan-NYA. Secara sosial, orang-orang seperti ini, akan menciptakan pergaulan yang baik. Dan, sudah pasti, kondisi lingkungan sosial yang baik…ini terbukti pada kehidupan setiap agama.
Pada orang tidak berTuhan, perasaan "diawasi" tersebut tidak ada. Maka, secara otomatis, mereka akan berpikir percuma saja berbuat baik, toh tidak akan mendapat balasan apa-apa. Kalo saya licik juga, tidak ada yang membalas. Apa jadinya jika semua orang tidak percaya akan Tuhan ? Berbuat baik atau jahat sama saja…Meskipun ada hukum-hukum yang diciptakan manusia, tetapi tabiat manusia sudah pasti mementingkan dirinya sendiri…apa jadinya dunia ini jika dipenuhi oleh manusia-manusia yang bertabiat seperti itu? Saya yakin, dunia ini akan kacau…
Jadi, pilihan ada pada diri kita, mau percaya atau tidak…Hanya kita, manusia, yang diberikan kebebasan kehendak…sesuatu yang tidak ada pada makhluk dan benda lain…Saya memilih percaya!
Religi |Leave a Reply