Titik Nol
Hah!! Akhirnya, ada tambahan gelar di belakang nama gua..S.Kom (Service Komputer)..Hehehe! Setelah melalui proses yang lumayan lama, 1 tahun, ditutup dengan sidang yang bikin gua kayak orang tolol di depan dosen…
Well, gua jadi keingetan tentang sebuah artikel yang pernah gua baca di majalah OpenMind…bukan artikel sih tepatnya, sebuah cerita. Cerita tentang wisuda, intinya sih, si penulis terheran-heran, kenapa untuk mengantarkan seorang yang diwisuda aja sampai ngebela-belain datang jauh-jauh, kalo cuma ortu n adik or kakak sih wajar, tapi yg ikut kan kakek, nenek, paman, bibi, keponakan, dll…belum lagi nanti acara "syukuran" yang bakalan diadakan sama keluarga dalam rangka menyambut "sang sarjana". Alhasil, si penulis ngewawancara, or lebih tepatnya sih cuma nanya…dan jawabannya, karena buat mereka, sang sarjana adalah orang yang bisa "dibanggakan" karena sudah bisa jadi seorang sarjana.
Dibanggakan? Kalo saja mereka tau apa saja yang kita kerjakan selama kuliah, mungkin tidak ada sesuatu yang bisa "dibanggakan". Sesuatu yang dibangga-banggakan ternyata dicapai dengan "main-main". Ujian nyontek, ngumpulin tugas telat dah gitu seadanya pula, ngulang kuliah, skripsi asal2an, nitip absen, dll…yang seperti itu dibanggakan? Andai mereka tau…
Buat gua, "gelar" ini merupakan sebuah titik nol…sebuah awal…ada tanggung jawab di sana…ada tantangan…sejauh mana kita bisa mempertanggungjawabkan kesarjanaan kita. Publish or Perish! Gua tidak pernah merasa terbebani dengan gelar itu, tapi yang selalu terpikir di otak gua…apa yang bisa gua lakukan untuk orang lain dengan gelar ini ? Apakah hanya kita nikmati sendiri aja..dan kita bangga karena sudah jadi sarjana ? Sampai detik ini, masih selalu terpikir di otak gua…apakah gua layak jadi seorang sarjana? Honestly, No or Not yet! Live will answering…
Idealnya, setiap terlahir seorang sarjana, maka akan menjadi solusi untuk satu permasalahan…kenyataannya? Setiap lulus satu orang sarjana, setiap nambah pengangguran. Dan sekarang, gua termasuk di dalamnya…and this feeling is not good! Apalagi di dunia yang serba "matrerialistis" ini…di mana harta, jabatan, kedudukan menjadi segala-galanya…seseorang baru dikatakan "ORANG" kalo udah punya itu semua…Hidup bahagia, istri cantik, anak lucu2, rumah luas, harta cukup, mapan, dlll…dan orang yang belum memiliki itu, belum dikatakan "ORANG"…"MONYET" mungkin!! Gua, entah kenapa, benci banget kalo ngedenger orang lain bilang…"Gua kan belum jadi "ORANG""…dan gua selalu bilang…"Emang selama ini lu jadi apa ?…MONYET ? Trus, gimana dengan orang lain yang belum jadi "ORANG" ? Mereka jadi apa…? KAMBING, SAPI or APA? "…biasanya kalo dah digituin baru pada mikir…
Gua ngerasa gak adil aja dengan sebutan "udah jadi orang", "belum jadi orang"…padahal kita adalah "ORANG"…miskin kaya pinter bodo culun belegug keren gaya gaul perempuan lakilaki pria wanita cewe cowo ikhwan akhwat lady gentleman presiden rakyat naek merci naek bajaj ganteng jelek…semuanya "ORANG"…butuh makan, butuh tidur, kalo kentut bau, bakal tua, bakal mati!! So, selama kita masih berpikir kalo kita "bukan ORANG", selamanya gak akan jadi orang…don’t think too hard…berpikir sederhana saja. Setiap orang punya kelebihan n kekurangan, jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain, setiap orang punya cara untuk bahagia…dan tugas kita adalah mencarinya dengan cara kita sendiri…jangan pernah berpikir untuk memuaskan semua orang, itu artinya kita sama dengan ngisi ember bocor, gak akan penuh-penuh!! Ada banyak hal yang bisa kita kerjakan di sekitar kita, i think!! Tapi, kita sering tidak bisa melihat "peluang" atau bahkan melepaskan "peluang" tersebut…gengsi lah malu lah apa kata orang lah…bla bla bla…Ugh, kok tulisan ini malah "nonjok" ke gua sendiri yah?
NB : Tulisan ngasal ini dibuat sehabis beli buku Gunung Jiwa, The Tale of Desperaux dan Tokoh2 Abad Peretengahan di gramedia bandung, dengan ditemani sebotol teh botol yang tinggal sepersepuluhnya, perut lapar karena belum makan seharian, dan lagu2 dari Nika Costa, Whitesnake, Saykoji, Ebiet, Rob Thomas, Michael Jackson dan banyak lagu yang gak gua kenal…
Ngelantur |One Response to “Titik Nol”
Leave a Reply
hehe he ehe om donny …selalu berisi …aduh chie seneng deh nengokin weblog om …. so jangan bosen yach … and biar telat yang pentig inget selamet yeee moga gak kelamaan nganggur ok ….and moga Allah selalu memudahkan dan meridhoi settiap langkah usaha mu… amin. salam