Khayalan Gak Mutu…

July 31st, 2005

Andai gua punya program yang bisa menterjemahkan setiap ide di kepala gua…mungkin udah jilidan buku, novel, skenario film yang udah jadi…susah banget ternyata bikin tulisan yang "bagus"…ini aja gua bingung mau nulis apa lagi, perasaan tadi mah banyak deh yang pengen ditulis…kok sekaran jadi hilang yah????

Titik Nol

July 31st, 2005

Hah!! Akhirnya, ada tambahan gelar di belakang nama gua..S.Kom (Service Komputer)..Hehehe!  Setelah melalui proses yang lumayan lama, 1 tahun, ditutup dengan sidang yang bikin gua kayak orang tolol di depan dosen…

Well, gua jadi keingetan tentang sebuah artikel yang pernah gua baca di majalah OpenMind…bukan artikel sih tepatnya, sebuah cerita.  Cerita tentang wisuda, intinya sih, si penulis terheran-heran, kenapa untuk mengantarkan seorang yang diwisuda aja sampai ngebela-belain datang jauh-jauh, kalo cuma ortu n adik or kakak sih wajar, tapi yg ikut kan kakek, nenek, paman, bibi, keponakan, dll…belum lagi nanti acara "syukuran" yang bakalan diadakan sama keluarga dalam rangka menyambut "sang sarjana".  Alhasil, si penulis ngewawancara, or lebih tepatnya sih cuma nanya…dan jawabannya, karena buat mereka, sang sarjana adalah orang yang bisa "dibanggakan" karena sudah bisa jadi seorang sarjana.

Dibanggakan? Kalo saja mereka tau apa saja yang kita kerjakan selama kuliah, mungkin tidak ada sesuatu yang bisa "dibanggakan".  Sesuatu yang dibangga-banggakan ternyata dicapai dengan "main-main".  Ujian nyontek, ngumpulin tugas telat dah gitu seadanya pula, ngulang kuliah, skripsi asal2an, nitip absen, dll…yang seperti itu dibanggakan?  Andai mereka tau…

Buat gua, "gelar" ini merupakan sebuah titik nol…sebuah awal…ada tanggung jawab di sana…ada tantangan…sejauh mana kita bisa mempertanggungjawabkan kesarjanaan kita.  Publish or Perish! Gua tidak pernah merasa terbebani dengan gelar itu, tapi yang selalu terpikir di otak gua…apa yang bisa gua lakukan untuk orang lain dengan gelar ini ? Apakah hanya kita nikmati sendiri aja..dan kita bangga karena sudah jadi sarjana ? Sampai detik ini, masih selalu terpikir di otak gua…apakah gua layak jadi seorang sarjana?  Honestly, No or Not yet! Live will answering…

Idealnya, setiap terlahir seorang sarjana, maka akan menjadi solusi untuk satu permasalahan…kenyataannya?  Setiap lulus satu orang sarjana, setiap nambah pengangguran.  Dan sekarang, gua termasuk di dalamnya…and this feeling is not good!  Apalagi di dunia yang serba "matrerialistis" ini…di mana harta, jabatan, kedudukan menjadi segala-galanya…seseorang baru dikatakan "ORANG" kalo udah punya itu semua…Hidup bahagia, istri cantik, anak lucu2, rumah luas, harta cukup, mapan, dlll…dan orang yang belum memiliki itu, belum dikatakan "ORANG"…"MONYET" mungkin!!  Gua, entah kenapa, benci banget kalo ngedenger orang lain bilang…"Gua kan belum jadi "ORANG""…dan gua selalu bilang…"Emang selama ini lu jadi apa ?…MONYET ? Trus, gimana dengan orang lain yang belum jadi "ORANG" ? Mereka jadi apa…? KAMBING, SAPI or APA? "…biasanya kalo dah digituin baru pada mikir…

Gua ngerasa gak adil aja dengan sebutan "udah jadi orang", "belum jadi orang"…padahal kita adalah "ORANG"…miskin kaya pinter bodo culun belegug keren gaya gaul perempuan lakilaki pria wanita cewe cowo ikhwan akhwat lady gentleman presiden rakyat naek merci naek bajaj ganteng jelek…semuanya "ORANG"…butuh makan, butuh tidur, kalo kentut bau, bakal tua, bakal mati!!  So, selama kita masih berpikir kalo kita "bukan ORANG", selamanya gak akan jadi orang…don’t think too hard…berpikir sederhana saja.  Setiap orang punya kelebihan n kekurangan, jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain, setiap orang punya cara untuk bahagia…dan tugas kita adalah mencarinya dengan cara kita sendiri…jangan pernah berpikir untuk memuaskan semua orang, itu artinya kita sama dengan ngisi ember bocor, gak akan penuh-penuh!!  Ada banyak hal yang bisa kita kerjakan di sekitar kita, i think!! Tapi, kita sering tidak bisa melihat "peluang" atau bahkan melepaskan "peluang" tersebut…gengsi lah malu lah apa kata orang lah…bla bla bla…Ugh, kok tulisan ini malah "nonjok" ke gua sendiri yah?

NB : Tulisan ngasal ini dibuat sehabis beli buku Gunung Jiwa, The Tale of Desperaux dan Tokoh2 Abad Peretengahan di gramedia bandung, dengan ditemani sebotol teh botol yang tinggal sepersepuluhnya, perut lapar karena belum makan seharian, dan lagu2 dari Nika Costa, Whitesnake, Saykoji, Ebiet, Rob Thomas, Michael Jackson dan banyak lagu yang gak gua kenal…

Makan Hati

July 22nd, 2005

Hmmmm….Makan hati juga banyak ketemu wanita-wanita cantik, lucu, imut, sholeha di kota Bandung ini, tapi gak bisa di-’apa-apa’-in…cuma bisa ngelihatin aja dari jauh!! Satu orang aja buat gua, rasanya udah cukup bikin hati gua tenang…Gak perlu neko-neko lah cewek idaman gua mah…asal gak mahal perawatannya, gak banyak minta, gak banyak maunya…yang penting sederhana, dan bisa bikin hati ini tenang untuk bisa mengerjakan apa saja…gak ada tuntutan untuk jadi kaya atau "mapan"…gimana soerang laki-laki bisa tenang untuk bekerja dan nyari barang halal, kalau di-"kejar-kejar" harus kaya oleh istrinya?

Pada kenyataannya, sejarah membuktikan, dibalik seorang laki-laki hebat, ada wanita-wanita yang "sederhana", yang tidak banyak menuntut, yg memberikan rasa tenang ketika pulang ke rumah…yang bisa memberikan rasa nyaman…yang bersedia mendengarkan setiap keluhan…yang mengabdikan hidupnya untuk suaminya…yang bisa tetap tersenyum ketika suaminya pulang dan berkata, "Hari ini aku belum bisa memberikan apa-apa untukmu".

Konon, rumah tangga yang indah adalah yang dibangun bersama-sama dari "nol"…ngontrak rumah dulu, nabung dulu, nyicil dulu…katanya loh!!…tapi, justru disitulah seorang wanita diuji…apakah dia bisa setia, atau tidak?? Banyak wanita yang bisa bertahan dengan keadaan yang serba lapang bersama suaminya, tapi tidak banyak yang bersabar dan bersedia mendampingi suaminya dalam keadaan yang paling parah…padahal, tidak ada satu jaminan pun kita hari ini serba "memiliki"…besok pagi sudah hilang…

Banyak wanita, yang ngakunya "modern", harus memiliki karir juga seperti laki-laki…padahal, kerajaan wanita adalah rumahnya…seorang wanita bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya, lebih besar daripada tanggung jawab seorang laki-laki…seorang ibu yang baik, akan menghasilkan anak yang baik…seorang ibu yang hebat, akan menghasilkan anak yang hebat…kita sering mendengar, ketika seorang laki-laki mendapatkan "penghargaan", ibunya lah yang pertama kali dia beri ucapkan terima kasih…not his father!

Dalam sebuah cerpen, lupa judulnya, ada scene yang isi dialognya seperti ini (lebih kurang redaksinya kayak gini)….

"Aku menikahimu karena ketika melihatmu aku bisa merasakan ketenangan…aku hanya ingin didengarkan…ketika aku keluar dari rumah, aku bersaing dengan banyak orang, tapi aku tidak ingin bersaing dengan dirimu di dalam rumah…kamu adalah seperti sebuah telaga yang bisa menyejukan mata dan kepala yang penat…kamu adalah pelabuhan kapalku…"

Yaa…lebih kurang kayak gitu lah…tapi, hidup memang gak seindah dongeng, cerpen, novel or film…tapi lagi, kita pun bisa mengusahakan agar ketika suatu saat kita berpisah dengan orang-orang yang kita cintai, kata-kata yang kita ucapkan dan kita dengar dari pasangan hidup kita adalah "Aku tidak menyesal menikah denganmu…"

It Profesional After Death

July 7th, 2005

It_professionals_after_death_1 Hehehe…ini nih makam para Profesional IT!! Kekekekeke……

Answer Lies Within

July 2nd, 2005

Look around
Where do you belong
Don’t be afraid
You’re not the only one

Don’t let the day go by
Don’t let it end
Don’t let a day go by in doubt
The answer lies within

Life is short
So learn from your mistakes
And stand behind
The choices that you make

Face each day
With both eyes open wide
And try to give
Don’t keep it all inside

Don’t let the day go by
Don’t let it end
Don’t let a day go by in doubt
The answer lies within

You’ve got the future on your side
You’re gonna be fine now
I know whatever you decide
You’re gonna shine

Don’t let the day go by
Don’t let it end
Don’t let a day go by in doubt
You’re ready to begin
Don’t let a day go by in doubt
The answer lies within

Taken From : Octavarium - Dream Theater Album

Lyrics By : John Petrucci

Octavarium

July 2nd, 2005

Dreamtheater_octavarium Ini adalah gambar album baru dari Dream Theater, my favorit Band, judulnya Octavarium…

Udah dengerin tadi malam, ada 8 lagu….

Root of all Evil, Answer Lies Within, Never Enough, Panic Attack, These Walls, Sacrificed Sons, I Walk Beside You sama satu lagi yang panjang banget, 23 Menit, Octavarium….

Ok, this is my comment….

Dari semua lagu yang ada di album ini, sebagian besar masih mengusung Progressive Rock, dengan nada-nada yang jelimet dan tempo yang naik turun.  Tapi, masih rada friendly ke telinga di bandingkan dengan album Train of Thought. Hanya saja, di beberapa lagu emang terdengar ada pengaruh dari group lain…I Walk beside You, kedengeran kayak U2, trus Panic Attack, rada-rada mirip Hysteria-nya Muse di tengah-tengahnya. Masih juga "ketinggalan" pengaruh dari 2 album sebelumnya. Tapi, for the 1st time, di album ini gak ada lagu instrumentalnya, seperti album2 sebelumnya..

Secara keseluruhan, album ini cukup memuaskan buat gua.  Meskipun gak sebagus Falling into Infinity dan Scenes from A Memory…Masih bisa didapatkan lagu yang kalem, Answer Lies Within, melodi yang megah…dan ada juga Flute dan Piano…wuih…jarang-jarang DT pake beginian.  Highly Recommended buat para penggemar musik-musik yang CHAOS!!!

Around the World

July 2nd, 2005

Donny : "Eh, gua kan punya cita-cita keliling dunia….."

Elie : "Injek-injek aja peta…..!!!"

Donny  : ??????…….

NB : Obrolan di redaksi Birama, waktu instalasi komputer Birama yang nge-Hang wae!!!