P A N I C

April 15th, 2005

Sembilan Gunung Berapi di Indonesia lagi batuk-batuk! Semua orang takut…Mengungsi! Nyari tempat yg dirasa lebih aman…Tiba-tiba semua orang takut mati…Trauma…Paranoid! Tidak salah, hanya saja terkadang gua merasa itu adalah ketakutan yg berlebihan, meskipun itu adalah bagian dari ikhtiar!

Di Padang, semua orang ketakutan karena Gempa, mereka takut Tsunami akan datang, lalu nyari tempat yg lebih tinggi.  Ternyata, di tempat yg lebih tinggi, Ngarai Sianok, Longsor! Sementara Gunung ?????(gua lupa!)juga lagi aktif…Nyari lagi tempat yg lebih aman, JAMBI! Gua…nyengir kuda ngedengerinnya, sementara Sumatera Barat, Chaos!

Hari ini, Bandung Selatan dan Jakarta kena Gempa! Gua kok gak ngerasain yah? Puluhan rumah di Gunung Halu…RUSAK! Kekuatan Gempa di Bandung 5 SR, Jakarta 5.6 SR.

Sebelumnya, Tsunami di Aceh, Nias dan Sumatera Utara. Lalu Gempa di Nias…

Gua berfikir…mungkin Bumi lagi gerah…mungkin Pusat Bumi lagi mendidih…atau lagi gelisah…SAKAW!  Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yg selalu salah dan bangga dengan dosa2 atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita.*

Tapi, pernah gak sih kita berfikir…dari luasnya Bumi ini…kenapa harus Indonesia yg kena bencana seabreg-abreg gitu…? Itu yg skala gede, belum yg kecil…kayak Tsunami Van Cimahi tea…atau longsor di Garut…dan Tsunami van Lembang!  SBY pasti udah pusing banget tuh!

Ilmuwan, bisa saja berbicara secara ilmiah, bahwa bumi tuh lagi gini..gini..gini…bahwa lempengan Eurosia dan IndoAustralia lagi gitu..gitu..gitu..atau opini-opini dan fakta-fakta ilmiah lainnya.  Tapi, bisakah mereka ngejelasin, kenapa ada 2 masjid di Aceh yg sebelum Tsunami berjauhan, setelah Tsunami jadi berdampingan..Utuh! Atau…kenapa di Makam Malikussaleh, Aceh…Gelombang air terpecah, dan hanya mengelilingi Makam tersebut?… Gak ada!

Come On! Wake Up! Peringatan udah ada dimana-mana…gak jauh-jauh, deket…bahkan teramat sangat dekat!  Kematian adalah suatu kepastian, keniscayaan!  Tapi, mati yang bagimana kah yg kita usahakan?  Yg harus kita takutkan bukan kematian itu, tapi pada saat kondisi keimanan kita sedang bagaimanakah kita mati? Konon, pada saat sakaratul maut, berbagai macam godaan ngumpul di depan mata kita yg diciptakan oleh setan, supaya kita berpaling dari Allah…Pernahkah kita berdo’a meminta perlindungan Allah untuk menghadapi sakaratul maut…? Jarang, bahkan gak pernah!

Sangat mudah kalo misalkan 9 gunung yg lagi gak sehat itu, Bromo, Krakatau, Tangkuban Perahu, Semeru, dll…meledak bareng-bareng, dengan kekuatan yg gak bisa kita perkirakan…And Then, Java become history…! Bisa saja, waktu itu terjadi, kita lagi maksiat…Terlalu dramatisir sih, tapi sudah saatnya kita berfikir lagi dengan segala yg kita lakukan…Kita tidak pernah bisa mengetahui kapan kematian kita, bahkan seandainya ngumpulin Pemburu Hantu, Paranormal, atau gerombolan Jin, dedemit, kuntilanak pun, supaya tau waktu kematian kita…kita gak akan tau! Buang-buang waktu! Lagian kalo kita tau kapan mati, permainan udah selesai dong! Lebih baik kita gunakan "waktu yg tersisa" untuk lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya! Dengan amal shalih…Kita tentu gak ingin seperti Kaum ‘Ad, Tsamud, Madyan, Kaum Nuh, Sodom-Gomorah, Pompeii atau seperti Aceh, kan? So, Let’s Come to ALLAH! Tidak ada istilah terlambat bertaubat selama belum sakaratul maut atau matahari terbit di Barat!

Kita tentu masih ingat, ketika Aceh sedang menderita…Sebagian besar dari kita malah asyik ber-Tahun Baru ria dengan Dangdut dan Dugem, kita bahkan "melupakan" kematian dan Tuhan pada saat itu…Pantas kalo kemudian Bumi GERAH!

Nb: * Lagunya Ebiet G. Ade yg gua lupa lagi judulnya




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind