Aku Ingin
by : Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Kepada siapa lagi?
Ketika orang yang paling kita percaya ternyata berkhianat, berdusta…kepada siapa lagi kita harus percaya ?
Ketika pemimpin mengkhianati orang-orang yg dipimpinnya…kepada siapa lagi kita akan menyerahkan tongkat kepemimpinan itu ?
Nb : ekspresi kekecewaan terhadap KPU…!
Ngelantur | Comment (0)P A N I C
Sembilan Gunung Berapi di Indonesia lagi batuk-batuk! Semua orang takut…Mengungsi! Nyari tempat yg dirasa lebih aman…Tiba-tiba semua orang takut mati…Trauma…Paranoid! Tidak salah, hanya saja terkadang gua merasa itu adalah ketakutan yg berlebihan, meskipun itu adalah bagian dari ikhtiar!
Di Padang, semua orang ketakutan karena Gempa, mereka takut Tsunami akan datang, lalu nyari tempat yg lebih tinggi. Ternyata, di tempat yg lebih tinggi, Ngarai Sianok, Longsor! Sementara Gunung ?????(gua lupa!)juga lagi aktif…Nyari lagi tempat yg lebih aman, JAMBI! Gua…nyengir kuda ngedengerinnya, sementara Sumatera Barat, Chaos!
Hari ini, Bandung Selatan dan Jakarta kena Gempa! Gua kok gak ngerasain yah? Puluhan rumah di Gunung Halu…RUSAK! Kekuatan Gempa di Bandung 5 SR, Jakarta 5.6 SR.
Sebelumnya, Tsunami di Aceh, Nias dan Sumatera Utara. Lalu Gempa di Nias…
Gua berfikir…mungkin Bumi lagi gerah…mungkin Pusat Bumi lagi mendidih…atau lagi gelisah…SAKAW! Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yg selalu salah dan bangga dengan dosa2 atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita.*
Tapi, pernah gak sih kita berfikir…dari luasnya Bumi ini…kenapa harus Indonesia yg kena bencana seabreg-abreg gitu…? Itu yg skala gede, belum yg kecil…kayak Tsunami Van Cimahi tea…atau longsor di Garut…dan Tsunami van Lembang! SBY pasti udah pusing banget tuh!
Ilmuwan, bisa saja berbicara secara ilmiah, bahwa bumi tuh lagi gini..gini..gini…bahwa lempengan Eurosia dan IndoAustralia lagi gitu..gitu..gitu..atau opini-opini dan fakta-fakta ilmiah lainnya. Tapi, bisakah mereka ngejelasin, kenapa ada 2 masjid di Aceh yg sebelum Tsunami berjauhan, setelah Tsunami jadi berdampingan..Utuh! Atau…kenapa di Makam Malikussaleh, Aceh…Gelombang air terpecah, dan hanya mengelilingi Makam tersebut?… Gak ada!
Come On! Wake Up! Peringatan udah ada dimana-mana…gak jauh-jauh, deket…bahkan teramat sangat dekat! Kematian adalah suatu kepastian, keniscayaan! Tapi, mati yang bagimana kah yg kita usahakan? Yg harus kita takutkan bukan kematian itu, tapi pada saat kondisi keimanan kita sedang bagaimanakah kita mati? Konon, pada saat sakaratul maut, berbagai macam godaan ngumpul di depan mata kita yg diciptakan oleh setan, supaya kita berpaling dari Allah…Pernahkah kita berdo’a meminta perlindungan Allah untuk menghadapi sakaratul maut…? Jarang, bahkan gak pernah!
Sangat mudah kalo misalkan 9 gunung yg lagi gak sehat itu, Bromo, Krakatau, Tangkuban Perahu, Semeru, dll…meledak bareng-bareng, dengan kekuatan yg gak bisa kita perkirakan…And Then, Java become history…! Bisa saja, waktu itu terjadi, kita lagi maksiat…Terlalu dramatisir sih, tapi sudah saatnya kita berfikir lagi dengan segala yg kita lakukan…Kita tidak pernah bisa mengetahui kapan kematian kita, bahkan seandainya ngumpulin Pemburu Hantu, Paranormal, atau gerombolan Jin, dedemit, kuntilanak pun, supaya tau waktu kematian kita…kita gak akan tau! Buang-buang waktu! Lagian kalo kita tau kapan mati, permainan udah selesai dong! Lebih baik kita gunakan "waktu yg tersisa" untuk lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya! Dengan amal shalih…Kita tentu gak ingin seperti Kaum ‘Ad, Tsamud, Madyan, Kaum Nuh, Sodom-Gomorah, Pompeii atau seperti Aceh, kan? So, Let’s Come to ALLAH! Tidak ada istilah terlambat bertaubat selama belum sakaratul maut atau matahari terbit di Barat!
Kita tentu masih ingat, ketika Aceh sedang menderita…Sebagian besar dari kita malah asyik ber-Tahun Baru ria dengan Dangdut dan Dugem, kita bahkan "melupakan" kematian dan Tuhan pada saat itu…Pantas kalo kemudian Bumi GERAH!
Nb: * Lagunya Ebiet G. Ade yg gua lupa lagi judulnya
Refleksi | Comment (0)Who Is More Clever?
Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tidak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka. Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling terbodoh di dunia". Pengusaha itu kemudian bertanya "Apa iya?". Tukang cukur dengan bersemangat "Mari… saya buktikan!" Lalu, dia memanggil si Bejo, tukang cukur itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu ia memanggil bejo dan berkata, "Bejo, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!". Bejo pun melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada dua lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil lembaran uang Rp 500. Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, "Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil".
Setelah sang pengusaha sudah selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya "Bejo, tadi saya sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp 1000 dan Rp 500-an, saya lihat kok yang kamu ambil, uang yang Rp 500, kenapa tidak ambil yang Rp 1000, nilainya kan lebih besar dan dua kali lipat dari yang Rp 500. Si bejo kemudian melihat dan memandang wajah sang pengusaha, ia agak ragu-ragu untuk mengatakannya. "Ayo beritahu saya, kenapa kamu ambil yang Rp 500," desak sang pengusaha. Akhirnya si Bejo pun berkata, "Kalau saya ambil yang Rp 1000, berarti permainannya akan selesai…………"
Moral of the story: Never judge a book from its cover, The story may be different from what you may think of.
Sumber : milis Alumni Smun3 Bogor
Refleksi | Comment (0)Dreamer…
Uek! Lelet banget nih Warnet…Loading aja 10 Menit! Gak niat kali yee bikin warnet? Atau mungkin juga bukan salah yang punya Warnet, tapi salah…Siapa Coba?
Ngomongin Internet, gua termasuk salah satu dari ribuan orang yang paling kesel sama keadaan dunia Internet di Negeri Drakula* Indonesia Tercinta ini…Gimana nggak? Di saat belahan dunia lain bisa merasakan indahnya internet gratis plus cepet, kita, di sini, di negeri ini masih pada sibuk mikirin gimana supaya negara ini bisa berjalan dengan semestinya. Semua orang sibuk dengan arogansinya masing-masing, pakar ekonomi bilang, EKONOMI dulu yg harus diperbaiki! Pakar Politik ngomong, Bangsa Indonesia harus mulai belajar berpolitik dan berdemokrasi dengan baik dan BENAR! Pakar Pendidikan mengatakan, PENDIDIKAN harus dinomorsatukan…Mahasiswa bilang, Turunkan Biaya SPP!! Sopir Angkot bilang, Naikkan Tarif angkot! Hehehehe…Serius amat sih?!
Gua selalu memimpikan rakyat Indonesia bisa merasakan Internet tanpa merasa takut pulsa membengkak atau bingung besok makan apa karena duit kepake buat rental warnet. Someday, Pasti! Meskipun gua gak bisa memastikan kapan, mungkin 100 tahun lagi, who know? Yang jelas gak gampang, apalagi dengan duduknya orang-orang yg bermental korup di pemerintahan sekarang ini, walaupun gak semua. Gak semudah nanam toge yg malam ini ditabur, besok udah jadi lagi! Kata AA GYM, diperlukan orang-orang yg bermental pejuang, gua tambahin lagi dengan fighter, leader, revolusioner dan visioner…not follower or YES man apalagi korup!
Terlalu bermimpi kalo memikirkan negeri ini bisa sehebat Jepang dalam waktu singkat…! Terlalu mengawang-awang…! Meskipun bukan mustahil, tapi kalo ngelihat kondisi Generasi negeri ini sekarang, gua pesimis sekali! Negeri ini sudah kadung dijadikan korban untuk dijadikan "tikus percobaan" bangsa-bangsa kapitalis, sudah terlalu lama negeri ini dibodoh-bodohi! Sialnya, kita gak pernah sadar…Dan sedihnya gua, sebagai calon sarjana Informatika, gua belum bisa ngapa-ngapain!
*) Ungkapan dari salah satu Dosen gua…dalam situsnya pikircerdas.blogspot.com
Ngelantur | Comment (0)You’ll Be In My Heart
Dalam salah satu adegan TARZAN the Movie versi kartun, ada satu scene dimana Mama Monyet (Kala) lagi meluk Tarzan bayi, sambil nyanyi, adegan yang mengharukan, plus lirik-nya juga keren…udah dua hari ini gua lagi suka dengerin lagu ini lagi, setelah sekian lama…Memory SMU, miss that moment!
"You’ll Be In My Heart"
PHIL COLLINS
Come stop your crying
It will be all right
Just take my hand Hold it tight
I will protect you
from all around you
I will be here
Don’t you cry
For one so small,
you seem so strong
My arms will hold you,
keep you safe and warm
This bond between us
Can’t be broken
I will be here
Don’t you cry
‘Cause you’ll be in my heart
Yes, you’ll be in my heart
From this day on
Now and forever more
You’ll be in my heart
No matter what they say
You’ll be here in my heart, always
Why can’t they understand
the way we feel
They just don’t trust
what they can’t explain
I know we’re different but,
deep inside us
We’re not that different at all
And you’ll be in my heart
Yes, you’ll be in my heart
From this day on
Now and forever more
Don’t listen to them
‘Cause what do they know
We need each other,
to have, to hold
They’ll see in time
I know
When destiny calls you
You must be strong
I may not be with you
But you’ve got to hold on
They’ll see in time
I know
We’ll show them together
‘Cause you’ll be in my heart
Yes, you’ll be in my heart
From this day on,
Now and forever more
Oh, you’ll be in my heart
No matter what they say
You’ll be in my heart, always
Always
NB : Lyric di copy dari www.azlyrics.com
Music | Comment (0)P A C A R A N
Siapa bilang kamus PACARAN gak ada dalam ISLAM?
Pelajari Al-Qur’an, Cintai Allah dan Rasulnya, Amar ma’ruf Nahyi munkar
("diambil dari memori obrolan di redaksi Birama, tidak lama sebelum tulisan ini di publish")
Ngelantur | Comment (0)Sosok Imajinasi
Beberapa hari ini, tiba-tiba "sosok imajinasi" yang selama ini tersimpan di otak gua, muncul lagi! Sosok seorang wanita, lebih jauh lagi..pendamping hidup kali yeee…Rasa-rasanya sosok itu deket banget, meskipun gua gak pernah tau siapa orang-nya! Sosok wanita yang sangat sempurna, hingga kadang gua mikir, ada gak ya wanita kayak gini? Selama ini, gambaran dari wanita itu lah yang jadi parameter dan pembanding buat gua dalam mencari pendamping hidup. Jadinya, ya gak ada yang cocok!
Sosok idealis, yang bisa jadi ada, tapi mungkin gak pernah ketemu sama gua. Kata temen, "Wanita idaman itu ada 2, yang pertama belum lahir, dan yang kedua sudah mati!"…atau…"Yang pertama mati saat kamu lahir, sedangkan yang kedua lahir saat kamu mati"…intinya sih gak akan pernah ketemu! Selama ini, sifat-sifatnya sih udah ada, tapi tersebar di beberapa orang yang pernah gua kagumi. Yang jelas, gua sadar kalo sosok itu akan sulit ditemukan!
Semua orang pasti memiliki sosok idaman, entah cowok, entah cewek, bisa orang baik2, bisa juga bajingan, bisa ustadz, bisa juga penjahat kelas kakap! Hanya saja, qta gak akan pernah ketemu sama sosok tersebut! Saking sempurnanya sosok-sosok yang pernah qta impikan! Wajar! Sebab manusia selalu dikelilingi oleh nafsu, jadinya bukan hal yang aneh kalo setiap orang memimpikan bisa bersanding dengan "Pangeran Impian" atau "Putri Impian". Gua pun sedang merasakan kerinduan untuk ketemu "Putri Impian" itu. Sosok yang sholehah, yang mencintai Allah, yang dicintai oleh banyak orang karena memang layak dicintai, yang menenteramkan hati, Cantik (tentu saja!), cerdas, kalem, qa’naah, menggemaskan (kayak bayi gitu deh), lucu, anti-gosip (susah , kan?). Ada yang lucu, tapi dibenci sama temen2nya..Ada yang cantik, tapi kurang qa’naah! Hmmm…Susah!
Tapi, gua pun sadar, dan memang harus sadar diri, kalo gua pun bukanlah sosok "Pangeran" yang diimpikan banyak wanita! Makanya, gua pun berfikir, biar aja "Putri" itu hanya ada dalam imajinasi gua..toh gak ada salahnya! Tapi, gua lagi kangen sama sosok itu…Sosok yang pernah muncul pada diri Khadijah, Fatimah dan Aisyah…sayangnya gua juga bukan Muhammad atau ‘Ali.
"Sadarlah ada bidadari, yang menanti hatimu, jangan biarkan dia sendiri, menangis…tanpa belai…tanpa kasih" (Taken from "Kau Dengar" / G I G I / Album 2 x 2)
Refleksi | Comment (0)